Showing posts with label Melayu. Show all posts
Showing posts with label Melayu. Show all posts

Tuesday, March 22, 2011

Apa Kurangnya Ini?

 

Tiada lagi malu dan silu di kalangan pimpinan negara, orang yang membentang dan membahas undang-undang negara? Apa lagi rakyat jelata!




Bupati Pidato, Camat Tonton Video Porno

DOKUMENTASI SURYATiga orang camat sedang menyaksikan adegan film porno melalui telepon Blackberry. Peristiwa yang terjadi di sela sidang paripurna pembahasan empat rancangan peraturan daerah (raperda) di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (14/3/2011) itu, tidak sengaja terekam kamera wartawan yang meliput dari balkon. Namun, kasus itu baru terungkap pada Jumat (18/3/2011).
 
MALANG, KOMPAS.com Tingkah para pejabat kini semakin aneh saja. Mereka seolah tak sadar ada etika dan kepatutan yang mesti dijaga. Seperti terjadi di Kabupaten Malang, saat bupati berpidato, dua camat malah asyik menonton video porno. Terlalu!
Peristiwa yang terjadi di sela-sela sidang paripurna pembahasan empat rancangan peraturan daerah (raperda) di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (14/3/2011), itu tidak sengaja terekam kamera wartawan yang meliput dari balkon. Namun, kasus itu baru terungkap pada Jumat (18/3/2011).
Entah, mungkin terlalu jenuh karena lama mendengarkan pidato pandangan Bupati Rendra Kresna dan fraksi-fraksi, di sela-sela acara serius itu, dua camat dan seorang pejabat setempat mencari hiburan dengan menonton film porno.
Awalnya, salah satu oknum camat yang baru dilantik pada 7 Januari 2011 lalu itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah BlackBerry (BB) dari saku celananya. Entah siapa pemilik BB tersebut, tak berapa lama, ia kemudian memutar sebuah file film porno.
Dasar mungkin karena punya pikiran yang sama, camat yang berada di sebelahnya rupanya tak mau ketinggalan. Ia kemudian memindahkan pandangannya dari sudut depan, tempat Bupati Rendra berpidato, ke arah film tersebut. Begitu juga pejabat sebelahnya. Dengan demikian, kompaklah ketiganya menikmati film tersebut.
Deretan tempat duduk para pejabat negara itu kebetulan memang hanya diisi oleh empat orang sehingga tak sampai menimbulkan kegaduhan.
Ketiganya terlihat asyik menonton, meski sekilas seperti memerhatikan pembahasan raperda.
Seorang pejabat di sebelah camat pemilik BB itu sempat mengingatkan dengan cara menepuk tangannya agar tidak menunjukkan video itu. Dia juga tampak berusaha meminta agar film di BB itu segera dimatikan. Apalagi di belakang tempat duduk mereka juga ada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya yang serius mendengarkan raperda.
Namun, camat tersebut terlihat masih asyik. Maklum, cara menonton film itu memang tidak mencolok. Sang camat memperlihatkannya di bawah meja. Namun, karena layar ponsel itu lebar, maka gambarnya juga sangat jelas. Oleh karenanya, tiga pejabat di satu deret tempat duduk itu bisa nonton bareng.
Mungkin karena sudah selesai, camat pemegang ponsel yang diduga berasal dari Malang di bagian timur ini tak lama kemudian mematikan film. Ia keluar dari ruangan menuju kamar kecil dan tidak kembali lagi.
Bupati Malang Rendra Kresna pun sangat menyesalkan kejadian itu. “Seharusnya pembahasan raperda disimak karena itu juga penting bagi mereka. Saya tidak memungkiri kalau ada individu yang pasti memiliki koleksi film seperti itu di ponselnya. Namun, kalau memutar film itu dalam sidang paripurna, ya salah tempat,” kata Rendra Kresna menjawab Surya, Jumat malam.
Ia menyatakan, kesalahan ada pada masalah etika. Tidak seharusnya pejabat publik melakukan hal itu di gedung wakil rakyat, saat membahas masalah serius.
Rendra mengatakan, empat hal yang dibahas saat itu merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang yang harus diketahui para pejabat yang hadir dalam sidang itu.
Dari rekaman gambar yang diperoleh wartawan, tidak bisa dipastikan apakah Rendra sudah pasti mengetahui sosok yang dimaksud. Namun, dia memastikan akan memberikan sanksi kepada ketiga pejabat yang menonton film biru di ruang sidang. “Nanti biar ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Malang,” katanya.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang Purnomo Anwar berpendapat, sidang paripurna yang dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 itu merupakan forum resmi yang harus disimak secara serius. Apalagi saat itu semua pejabat hadir, seperti bupati, wakil bupati, sekda dan para asistennya, pimpinan SKPD, serta semua camat dan pimpinan DPRD. Ini menunjukkan pentingnya acara itu.
“Memang kadang-kadang kalau kelamaan acaranya, timbul rasa mengantuk dan bosan. Itu manusiawi sekali. Tapi kalau sampai memutar film seperti itu di ruang sidang ya enggak etis,” cetus politisi dari Partai Golkar ini.
Pengamat sosial dari Universitas Negeri Malang (UM), Marthein Pali, menilai, perilaku yang dilakukan camat dan pejabat tersebut merupakan hal tak terpuji. Apalagi mereka adalah pejabat negara. “Sebenarnya, ini masih dalam taraf kewajaran. Hanya, mengapa mereka melakukannya tidak pada tempatnya, yakni sewaktu mengikuti sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang,” katanya.
Dia mengatakan, menonton film porno dalam situasi seperti sekarang bukan barang yang aneh lagi. “Yang salah, dia tidak bisa menempatkan dirinya, itu saja,” kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UM ini.
Menurutnya, menonton video porno lewat ponsel saat sidang menunjukkan sang pejabat tidak memiliki komitmen terhadap profesinya. “Sebab, dia kan sedang berada dalam ruang sidang yang di sana juga dihadiri Bapak Bupati. Apalagi ini sidang untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Meski demikian, apa yang dilakukan oleh pelaku dengan menonton video porno tidak pada tempatnya ini, di mata Martheil, juga imbas dari makin modernnya teknologi. Jika ponsel dengan fasilitas video tidak pernah ada, barangkali perilaku menonton video di tempat sidang dan tempat lainnya tidak bakalan terjadi.
Apa yang terjadi di Malang boleh jadi memang manusiawi. Juli lalu, hal serupa juga terjadi di Lampung. Saat Bupati Way Kanan Tamanuri membacakan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan, enam oknum camat asyik menonton video porno yang diperankan artis Indonesia.
Meski demikian, tentu saja ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa tak sepatutnya pejabat pemerintah mengumbar kebiasaan yang kurang patut di sembarang tempat.

Video Porno Ditayangkan di Parlimen. Angkara Siapa?



Bagaimana Parlimen, tempat yang sangat tinggi martabatnya, menjadi panggung tayangan filem porno? Siapa dalang yang membawa dan menayangkan filem porno konspirasi ini di Parlimen? Siapa ahli Parlimen BN yang menonton filem porno fitnah itu?

Apabila memikirkan betapa mudahnya filem porno ini ditayangkan di Parlimen, dan audien yang menontonnya di situ, adakah anda masih berkira-kira untuk mengatakan ahli dan kaum kerabat parti pemerintah tiada kaitan dengan konspirasi ini?
DCM

Wednesday, December 8, 2010

Apakah UMNO Lebih Melayu............

Ustaz Haji Idris Ahmad
Melayu sangatkah Umno, sehingga buat bising fasal tanah 3000 ekar yang diberi kepada orang China yang memang haknya untuk dapat kerana mereka adalah rakyat di negara ini, mereka bukan China Singapura atau China Vietnam.
By Kerajaan Rakyat

Bicara Minda Ustaz Haji Idris Ahmad, Ketua Penerangan PAS Pusat yang telah dititipkannya pada tahun 2009.

FAKTA UMNO KHIANAT TANAH ORANG MELAYU

Umno Perak terutama Dato’ Zamri ketika Pakatan Rakyat memerintah Perak antara orang yang lantang menuduh Dato’ Seri haji Nizar boneka kepada China DAP kerana beri tanah kepada orang China di Perak. Modal yang sama juga sedang difitnah oleh jentera Umno/BN kepada pengundi Bukit Gantang. Fitnah kalau undi Pas/Pakatan Rakyat bermakna menggadai tanah orang melayu kepada bangsa asing.

Ini adalah jawapan kepada Dato’ Zamri dan kuncu-kuncu Umno, bahawa yang khianat tanah orang Melayu ialah pemimpin Umno, bukan Pas, bukan DAP dan bukan PKR
Fakta yang Dato’ Seri haji Nizar kemukakan sudah cukup untuk membuktikan Umno pengkhianat kepada orang Melayu bukan Pakatan Rakyat. Sebagaimana kita sudah buktikan Umno kepala bapa penderkahaka kepada Raja-Raja Melayu.
Sekarang fakta menunjukkan Umno yang khianat tanah orang melayu dan rakyat di negeri Perak.
Kerajaan PR hanya memberi tanah 102,000 lot kampung tersusun (kebanyakan Melayu) melibatkan 7,000 ekar. Manakala 47,000 lot kampung baru (kebanyakan China) dan sebilangan kecil kampung adat (orang asli). Jumlah yang diberi kepada orang China adalah 3,000 ekar sahaja. Itupun tanah yang sudah diduduki orang China lebih daripada 70 tahun lalu.

Melayu sangatkah Umno, sehingga buat bising fasal tanah 3000 ekar yang diberi kepada orang China yang memang haknya untuk dapat kerana mereka adalah rakyat di negara ini, mereka bukan China Singapura atau China Vietnam.

Kalau Umno tuduh Pakatan Rakyat boneka China dan khianat tanah orang Melayu kenapa tanah yang dipohon oleh Tuan Guru Haji Abdul Latif (Pondok Pak Teh Kroh Grik Perak) sejak 1996 telah diluluskan oleh Exco PR pada 2008 sebanyak 45 ekar. Kalau kerajaan yang dipimpin oleh Dato’ Seri Haji Nizar boneka China sudah tentulah permohonan ini tidak diluluskan. Adakah pemimpin Umno ingat Pak Teh ini China Taiwan sehingga permohonan beliau tidak diluluskan. 12 tahun Pak Teh menunggu kelulusan. Tiba-tiba kerajaan yang kononnya boneka China meluluskan permohonan tersebut walaupun tidak sampai sepuluh bulan memerintah. Manakala Umno yang mendakwa tonggak orang Melayu telah kianat kepada bangsa sendiri walaupun tanah itu untuk kegunaan pondok.

Ini fakta menunjukkan Umno penjahanam tanah orang Melayu;

P/S: Siapa sebenarnya yang menggadai Melayu dan siapa yang tergadai oleh Melayu?

Siapa Sebenarnya Yang Derhaka?



Sultan Perak Sultan Azlan Shah bertitah bahawa sebarang suara yang mempertikaikan status Islam dan keistimewaan orang Melayu di negara ini adalah perbuatan yang tidak berasaskan sejarah serta bercanggah dengan Perlembagaan Negara.

Baginda menegaskan jika perkara itu dilakukan di kalangan orang Melayu sendiri maka mereka itu sebenarnya telah melakukan penghinaan dan derhaka kepada bangsanya sendiri.- Malaysiakini.

Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah hari ini bertitah baginda sedih dan dukacita kerana ada segelintir individu yang berhijrah ke negeri itu, terutama orang Melayu, sanggup mempersoalkan peranan institusi Raja Melayu serta kedudukan dan hak keistimewaan bangsa Melayu. Baginda bertitah golongan itu turut mempersoalkan kerelevanan institusi Raja Melayu serta peranannya dalam sistem pemerintahan negara ketika ini.- Bernama

Sultan Johor, Sultan Ibrahim Almarhum Sultan Iskandar mengingatkan semua pihak agar jangan sekali-kali mempersoalkan kuasa raja dan mempertikaikan hak serta keistimewaan orang Melayu sebagaimana yang termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan.

“Mereka ini adalah golongan yang cetek akal dan hanya bercakap mengikut selera sendiri tanpa meneliti sejarah pembentukan Perlembagaan Persekutuan. -Perak Today Portal

Sultan Pahang juga bertitah supaya Jangan Bangkitkan lagi Hak dan Kedudukan Melayu.- Utusan Melayu.







Orang Melayu tidak mempertikaikan hak Melayu dan kuasa serta kedaulatan Raja-raja Melayu, malah depa akur dan faham akan hak-hak ini seperti yang termaktub dalam Perlembagaan.

Yang dok putaq belit perkara ini ada jaguh2 Ketuanan Melayu yang begitu fobia akan terhakisnya Ketuanan tersebut. Apakah tidak, bagi golongan ini kalau Ketuanan itu terhakis susahlah nak balun harta negara dan sooru mereka pun akan miss...

Gelaran apa kita nak panggil bagi golongan orang Melayu yang telah berusaha
mengurangkan hak keistemewaan dan imuniti Raja-raja Melayu serta memperbodoh2kan orang Melayu?

Bukankah mereka ini juga adalah pengkhianat,penderhaka dan hipokrit....


by RAKYAT MARHAEN