Wednesday, June 1, 2011

Buat Penyokong Kilang Lynas:Sanngupkah Menjadi Jiran Kepada Kilang Ini?

 
IAEA: Gebeng bukan 100% bebas radiasi

Panel Agensi Tenaga Atom Antarabangsa (IAEA) yang menyemak cadangan penubuhan pusat memproses nadir bumi kontroversial Lynas di Gebeng, Kuantan mengakui bahawa sisa yang bakal dihasilkan tidak akan mencapai 100 peratus bebas radiasi.

NONEBerdasarkan nota Persatuan Perubatan Malaysia (MMA) yang dibuat semasa pembentangan semalam, seorang ahli panel berkata kemungkinannya adalah terlalu kecil bagi mencapai thorium atau uranium sifar - kedua-dua bahan radioaktif - selepas nadir bumi diproses.

Ini merujuk kepada soalan oleh perwakilan MMA berhubung dakwaan Lynas bahawa gipsum yang kaya dengan magnesium dan sintetik gipsum yang dinyah sulfur selepas diproses akan mempunyai thorium atau uranium sifar.

Menjawap satu lagi soalan oleh MMA, seorang ahli panel berkata adalah mustahil bagi memastikan kandungan radioaktif kedua-dua elemen itu akan dineutralkan 100 peratus.

NONE"Terdapat proses untuk mengurangkan kandungan radioaktif - kami berharap mencapai kecekapan 99 peratus tetapi mustahil bagi mencapai 100 peratus,” kata ahli panel itu mengikut laporan MMA.

Semasa mesyuarat tertutup itu, perwakilan MMA juga membuktikan bahawa pelbagai kajian menunjukkan pusat pemproses nadir bumi di China, Amerika Syarikat dan Malaysia mempunyai kesan negatif terhdap alam sekitar.

Ingin Bebas Penyakit? Kuncinya Tidur Siang!!




Liputan6.com, London: Ingin terbebas dari berbagai macam penyakit? Tidur siang kuncinya. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli di Inggris menemukan mereka yang melakukan ritual tidur siang memiliki tingkat imunitas yang lebih tinggi.
Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak hormon kortisol. Hormon kortisol dapat memberikan energi, tetapi membatasi produksi hormon pertumbuhan dan membatasi kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.
Tidur siang juga bermanfaat bagi jantung. Penelitian para ahli di Allegheny College menemukan, mereka yang memiliki kebiasaan tidur siang selama minimal 45 menit memiliki kondisi kesehatan jantung lebih baik dibandingkan yang tidak. Tidak hanya itu, tidur siang juga dapat membantu mengontrol tekanan darah.
Tak heran jika banyak orang hebat seperti, Leonardo Da Vinci dan Napoleon Bonaparte selalu menyempatkan diri untuk melakukan ritual menyehatkan ini.

Tidur Siang: Pandangan Islam & Saintifik..Tidur siang pernah dianggap sebagai salah
satu tanda kemalasan. Islam menganggapnya sebagai suatu
kebaikan asalkan seseorang itu tidak berlebih-lebihan
dengannya
.

Di dalam kitab 'Misykatul Masabih' disebutkan tentang salah
satu amalan sunnah yang pernah dilakukan oleh Nabi:

"Tidur yang sedikit di waktu tengahari (qailulah) tidaklah keji.
Rasulullah ada melakukannya."
Imam Al Ghazali di dalam kitab 'Ihya Ulumuddin' telah berkata:
"Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur di siang
hari kerana ianya membantu ibadah di malam hari
sebagaimana sahur membantu puasa di siang hari.
Sebaik-baiknya ialah bangun sebelum tergelincir matahari
untuk solat zohor."

Islam mempunyai pandangan tertentu tentang tidur tengahari.
Ia dianggap sebagai sunnah dan bukan sebagai suatu yang
keji. Tidurnya hanya sekejap. Tujuannya adalah untuk
kesegaran tubuh badan agar dapat dimanfaatkan untuk
melaksanakan amal dan ibadah yang berkualiti. Dewasa ini,
berpandukan kajian-kajian saintifik, tidur sekejap di waktu
siang (day napping), terutamanya pada waktu tengahari,
didapati amat berkesan untuk mempertingkatkan tenaga,
tumpuan dan akhirnya produktiviti pekerja-pekerja.
Baru-baru ini satu kajian 25 tahun tentang kesan tidur ke
atas negara-negara industri dan pasca-industri telah
mendapati bahawa "92.5% pekerja-pekerja yang
berkesempatan tidur di waktu tengahari, mempunyai daya
kreativiti yang lebih tinggi. Daya kemampuan mereka
untuk menyelesaikan masalah juga meningkat. Semua ini
pastinya meningkatkan produktiviti." (Napping News:
'Scientific Proof Confirms: Napping Enhances Worker
Productivity,' from eFuse)

Waktu tengahari merupakan masa yang paling sesuai untuk
tidur seketika kerana sistem badan kita memang bersedia
untuk memanfaatkan fasa tidur pada waktu itu. Fasa ini
disebutkan sebagai 'a midafternoon quiescent phase' atau ' a
secondary sleep gate.' Di antara tokoh-tokoh yang
menggalakkan tidur tengahari ini ialah Dr. William A. Anthony,
Ph.D. dan Camille W. Anthony, pengarang buku 'The Art of
Napping at Work.'
Demikian juga yang disebutkan oleh David F. Dinges dan
Roger J. Broughton di dalam buku mereka 'Sleep and
Alertness: Chronobiological, Behavioural and Medical Aspects
of Napping.' Dr. James Maas, pakar tidur dari Cornell
University juga telah merumuskan bahawa tidur di tengahari
sekadar 15-20 minit sudah mencukupi untuk mengembalikan
tenaga dan menjaga kesihatan. Seorang pengkaji yang lain,
Donald Greeley, telah mengatakan bahawa tidur tengahari
adalah bermanfaat selama mana ianya tidak melebihi satu
jam. (Gail Benchener: 'Parents and Sleep Deprivation,'
Family.com)

Sunnah tidur tengahari yang diajarkan Nabi rupa-rupanya
merupakan suatu yang amat saintifik lagi relevan pada hari ini.

(Laporan saintifik tentang kelebihan tidur tengahari ke atas
produktiviti berdasarkan kajian 25 tahun)

Gara-Gara Tilawah Al-Qur’an, Satu Keluarga Masuk Islam...SubhanALLah


Subhanallah, Gara-Gara Tilawah Al-Qur'an, Satu Keluarga Masuk Islam
Zainab dan Ghalib, usai akad nikah di Masjid Al-Aqsha, Tepi Barat, Palestina.
REPUBLIKA.CO.ID, AL-QUDS – Yayasan Pengelola Al-Aqsha (YPA) yang Suci, menyelenggarakan pernikahan antara Ghalib Samir Kiwan dan Zainab Muhammad Nuhas—keduanya dari kota Haifa—di Masjid Al-Aqsha, Sabtu (28/5).
Pernikahan mereka sengaja digelar di salah satu kiblat umat Islam tersebut untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dalam acara akad nikah ini, turut hadir keluarga kedua mempelai, dan sejumlah jamaah shalat. Ketua YPA, Jamal Rasyid, juga turut hadir dan mendokan sang pengantin.
Syekh As’ad, Imam Masjid Al-Istiqlal di Haifa bertindak sebagai penghulu. Ia mendoakan kedua mempelai agar pernikahan yang mereka jalani diberkahi Allah SWT. Ia juga berharap keduanya dapat menjalani kehidupan sebagai suami istri selama mungkin, dalam kehidupan yang penuh kebaikan dan keberkahan.
“Pernikahan di masjid ini (Aqsha) adalah pernikahan mubarak (yang diberkahi), dan tugas kita untuk memakmurkannya selama-lamanya,” kata Syekh As’ad dalam khutbah nikahnya.
“Selama ini Masjid Aqsha menyelenggarakan pernikahan untuk pemuda dan pemudi Palestina, namun hari ini kedua mempelainya berasal dari Haifa, Israel. Kami meminta para pemuda dan pemudi agar menikah dengan cara penuh berkah seperti pernikahan ini,” pesan As’ad.
Pernikahan Ghalib dan Zainab ini menjadi istimewa karena, sang mempelai putri adalah mualaf yang baru dua tahun lalu memeluk Islam. Kedekatan dan keterikatan Zainab dengan Islam bermula empat tahun lalu saat ia tertarik mendengar bacaan kitab suci Al-Qur’an, dan mengikuti tayangan program agama Islam di televisi satelit.
Kedua hal inilah yang mengubah jalan hidupnya dan seluruh keluarganya—kedua orang tua dan empat saudara perempuannya—secara tiba-tiba. Dua tahun lalu, mereka semua—satu keluarga—memutuskan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimah syahadat. “Ibu saya merasa tenang jiwanya ketika mendengar bacaan (tilawah) Al-Qur’an, meskipun beragama Kristen. Demikian pula yang dirasakan oleh ayah saya,” tutur Zainab.
Setelah itu, keluarga ini kian intensif mendengarkan tilawah Al-Qur’an dan mengikuti kajian-kajian keislaman yang ditayangkan di televisi kabel. Inilah yang kemudian menguatkan tekad untuk segera bersyahadat.
“Ini seperti firman Allah dalam Al-Qur’an; “Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,” kata Zainab seraya mengutip surah Ali Imran ayat 176 dengan fasih.
Adapun Ghalib, dengan mata berkaca-kaca menuturkan kisah pernikahannya dengan Zainab. “Tiga pekan sebelum menikah, saya dan tunangan saya membaca surah Al-Isra’ bersama-sama. Setelah itu saya berziarah ke Masjid Al-Aqsha,” ujarnya.
“Dan entahlah, saya tidak tahu apa yang mendorong langkah saya untuk mendirikan shalat di Masjid Qubbatush Shahra (Kubah Emas). Setelah shalat dua rakaat, saya membaca surat Al-Isra’ hingga selesai. Di sana pula kami berdoa dan bertekad untuk menikah,” tutur Ghalib.
Menurut Ghalib, sebelumnya ia dan Zainab tidak mengetahui jika di Masjid Al-Aqsha juga bisa dilakukan pernikahan. Suatu ketika, usai melaksanakan shalat di Masjid Al-Istiqlal, ia langsung menemui Syekh As’ad—imam masjid—dan menyatakan keinginannya untuk menikah.
“Syekh As’ad mengatakan di Masjid Al-Aqsha juga bisa diselenggarakan pernikahan yang diurus oleh YPA. Akhirnya, kami pun menikah di sini. Rasanya seperti mimpi,” kata Ghalib penuh haru.
Ketua YPA, Jamal Rasyid, mengucapkan selamat dan mendoakan pasangan suami istri ini agar mendapatkan keturunan yang saleh yang akan menegakkan Al-Aqsha dan membela kaum Muslimin. “Berbahagialah kalian berdua dengan pernikahan yang diberkahi ini. Pernikahan kalian adalah pernikahan yang baik. Dan kami doakan agar Allah menganugerahi kalian anak keturunan yang saleh dan berguna bagi umat, insya Allah,” harap Jamal.

Peserta ratu cantik Ukraine mati direjam

 KATYA...dapat tempat ketujuh dalam pertandingan ratu cantik yang diadakan  baru-baru ini.

KATYA...dapat tempat ketujuh dalam pertandingan ratu cantik yang diadakan baru-baru ini.
SIMFEROPOL (Ukraine): Seorang remaja perempuan dilaporkan direjam hingga mati mengikut undang-undang syariah selepas dia mengambil bahagian dalam pertandingan ratu cantik di Ukraine.
Media melaporkan, mayat Katya Koren, 19, ditemui di sebuah kampung tidak jauh dari rumahnya di wilayah autonomi Crimea.

Rakan Kayta berkata, remaja itu memang gemar mengenakan pakaian mengikut fesyen semasa dan menyertai pertandingan ratu cantik berkenaan baru-baru ini.

Kata mereka, Katya mendapat tempat ketujuh dalam pertandingan itu.

Media melaporkan, mayat remaja itu yang cedera teruk ditemui ditinggalkan dalam kawasan hutan.

Mayat itu ditemui seminggu selepas Katya dilaporkan hilang.


Media melaporkan, polis kini memulakan siasatan terhadap kes pembunuhan itu dan sedang menyiasat tiga pemuda Islam yang dikaitkan dengan kejadian berkenaan.

Sumber berkata, pemuda terbabit menganggap kematian Katya itu dibenarkan mengikut hukum Islam.

Katanya, seorang daripada suspek dikenali sebagai Bihal Gaziev, 16, menganggap Katya melanggar undang-undang syariah.

“Bihal berkata, dia tidak kesal merejam Katya hingga mati,” katanya. - DM

Mantan P/Penjara Guatanamo Dijumpai Umrah.

RIYADH 31 Mei 11: Mantan penjaga penjara paling kejam milik AS di Guantanamo yang masuk Islam, Terry Brooks, dijumpai wartawan tempatan di si ini ketika sedang melakukan ibadah Umrah di tanah suci. Menurut Harian berbahasa Arab, Okaz, melaporkan pada Minggu 29 Mei 11.Brooks ditemui oleh wartawan sedang sholat di salah satu masjid di kota Madinah sebelum ia beranjak ke Mekah untuk melakukan ibadah Umrah pertamanya, yang menurut Brooks telah ia mimpikan sejak lama.
Wartawan Okaz mengatakan pihaknya menunggu hingga Brooks menyelesaikan sholatnya dan menceritakan kisahnya ketika masuk Islam. Brooks mengatakan ia dikirim ke Guantanamo jauh sebelum 2003 dan kemudian mulai bercampor dengan beberapa tahanan di sana.
Beliau di'Islam'kan oleh tahanan nomor 590 bernama Ahmed Al Rashdi asal Maroko. Beberapa saat setelah memeluk Islam, Brooks pun dikeluarkan dari militer. Katanya..
“Saya masih ingat saat itu sekitar 00.49 pada Desember 2003, saya memeluk Islam. Malam itu, saya mengambil keputusan penting setelah banyak berinteraksi dengan Al Rashdi.
“Ini adalah saat yang berkesan dalam hidup saya. Banyak tahanan duduk di sekitar saya ketika saya bertobat dan memutuskan untuk memanggil saya Mustafa, sebagai teman baru mereka. Kemudian saya menambahkan nama Abdullah di belakang nama pemberian mereka, sehingga sekarang nama saya adalah Mustafa Abdullah.”
Brooks mengatakan, awalnya dia senang ketika tentara AS memutuskan untuk mengirim dia ke Guantanamo seperti yang pengembaran bagi dirinya kerana belum pernah melihat penjara sebelumnya.
“Ketika saya tiba di sana, hal ini merupakan kejutan besar bagi saya … bahkan sebelum saya memasuki bangunan penjara, saya benar-benar dapat melihat bahawa penjara itu sangat mengerikan dan hanya cocok ditinggali reptil kaktus dan beracun, bukan manusia. Saya kemudian bertanya pada diri sendiri apakah orang-orang yang ada di dalam penjara itu benar-benar berbahaya.”
Brooks mengatakan ia mulai tertarik dengan Islam setelah pembicaraan Al Rashdi dan tahanan lain tentang Islam, Palestin, Afghanistan dan Timur Tengah.
“Aku biasa duduk di luar sel mereka di malam hari, mendengarkan mereka. Saya tidak pernah percaya pada Tuhan sebelum saya pergi ke Guantanamo. Tapi sekarang saya memeluk Islam., Saya dapat rasakan manisnya keimanan. Islam adalah agama murni dan benar.”
Brooks mengatakan ia pertama kali menyembunyikan keputusannya untuk masuk Islam dari penjaga AS lainnya di Guantanamo. Ketika kawan-kawannya sesama penjaga penjara mengetahui keputusan Brooks, ia mulai memperoleh perlakuan yang kejam dan banyak yang menuduhnya mengkhianati Amerika. Sekitar dua tahun sebelum akhir kontrak, ia dipecat dari tentara.
“Saat ini saya menulis buku tentang pengalaman saya memeluk Islam. Saya baru saja keluar dari pekerjaan saya di Amerika Serikat agar dapat mencurahkan waktu saya untuk membantu tahanan di Guantanamo. Apa yang terjadi di penjara, benar-benar tidak manusiawi dan melanggar prinsip hak asasi manusia,” katanya. (althaf/arrahmah.com/IH)

Penghijrahan Melayu Moden Selepas Lebih 50 Tahun Merdeka!

Orang Melayu Australia... Apa Yang Penting?

Gambar hiasan: Kami, rakyat Malaysia di Australia, bukan sengaja tak mahu balik, tapi…
Media: Pendidikan, kerjaya antara punca orang Melayu hijrah ke Australia. MELBOURNE, 31 Mei 11: Pendidikan lebih baik, peluang kerjaya cerah dan prospek perniagaan luas menjadi antara tarikan orang Melayu berhijrah dan menetap di Australia, kata seorang ahli akademik Malaysia yang berpejabat di sini.
Dr Ahmad Zaharuddin Sani, dari Universiti Malaya, yang kini merupakan Felo Kehormat di Institut Asia, University of Melbourne, memberitahu Bernama bahawa orang Melayu di sini adalah golongan profesional, yang meliputi kumpulan pengamal perubatan dan ramai juga terdiri daripada kerani, jurujual dan pekerja industri perkhidmatan.
Laporan Bernama Online menyebut, selain pelajar, kata beliau negeri Victoria sahaja mempunyai kira-kira 5,000 orang Melayu, dengan 75 peratus mereka adalah sama ada penduduk tetap atau warganegara Australia.
“Kumpulan terbesar orang Melayu berhijrah ke Australia adalah selepas 1981, sama ada di bawah program penyatuan semula keluarga atau menjadi penghijrah dalam bidang kemahiran atau perniagaan,” kata Dr Ahmad.
“Keadaan ini (penghijrahan orang Melayu) ekoran perubahan dasar yang membenarkan pelajar asing dengan sijil kemahiran dan kelayakan Australia memohon untuk lanjutan menetap di Australia.
“Ia mengizinkan lebih ramai orang Melayu mengambil peluang yang diberikan kerajaan Australia untuk melanjutkan masa menetap di sini sebelum memutuskan masa depan mereka.
“Terdapat juga beberapa orang Melayu yang niat asalnya untuk menyambung pelajaran dan kemahiran akhirnya terus menetap di sini,” katanya.
Dr Ahmad berkata ramai orang Melayu di sini terdiri daripada sebilangan jurutera dan sebahagian besarnya doktor dan pengamal perubatan yang datang ke Australia untuk melanjutkan pengajian.
Tertarik dengan bilangan orang Melayu berhijrah keluar Malaysia, Dr Ahmad melakukan penyelidikan untuk mencari punca penghijrahan itu.
Hasilnya lahirlah sebuah buku “Malays in Victoria” (Orang Melayu di Vitoria) yang pada asalnya dicadangkan oleh Zulkifli Ahmad, presiden Persatuan Orang Melayu di Victoria.
“Saudara Zul berkata saya sepatutnya menulis buku mengenai orang Melayu di Australia, terutamanya di Victoria.”
Buku itu yang diterbitkan minggu lepas oleh Dr Hass Dellal, Pengarah Eksekutif Australian Multicultural Foundation di satu seminar yang diadakan di University of Melbourne.
Dr Ahmad, yang memperoleh ijazah doktor falsafah dari Universiti Malaya dan Master of Theology dari University of Nottingham berkata, terdapat beberapa alasan mengapa orang Melayu meninggalkan tanah tumpah darah mereka lalu berhijrah ke negara lain seperti Australia.
Alasan itu, antara lain termasuklah dasar tidak adil yang hanya dinikmati sebilangan rakyat di negara asal, khususnya di Singapura; peluang pendidikan tinggi lebih baik bagi anak-anak mereka selain percuma dan pendidikan berkualiti; lebih banyak peluang pekerjaan dengan gaji dan suasana kerja lebih baik; faedah penjagaan kesihatan dan manfaat hospital kelas pertama serta jaminan masa depan untuk keluarga mereka di sebalik keturunan kaum mereka.
Namun, terdapat isu lain yang merunsingkan Dr Ahmad iaitu sebahagian orang Melayu di luar negara yang enggan menganggap diri mereka orang Melayu.
“Saya mempunyai seorang rakan Melayu yang memberitahu saya bahawa di Asia Tenggara mereka menganggap diri mereka Melayu tetapi di Australia dia adalah seorang Australia.
“Saya bersetuju bahawa istilah ‘Melayu’ ini mengelirukan sebilangan orang Melayu yang tidak mengetahui tentang kaum ini. Saya sendiri tidak tahu bagaimana hendak menjelaskan tentang kategori perkauman atau identiti ini kepada mereka,” kata Dr Ahmad.
Tetapi sebenarnya, menjadi orang Melayu tidak langsung merendahkan martabat mereka, kata beliau.
“Kita seharusnya bangga dengan siapa kita ini... itulah yang menjadikan kita istimewa,” katanya.
Dr Ahmad berkata agama “tanpa mengira baik buruknya, adalah satu perkara utama orang Melayu”.
“Dalam politik Malaysia, ia menjadi satu keutamaan nasional. Oleh kerana masyarakat Melayu sering dikaitkan dengan hubungan langsung dengan Islam, ini bermakna Islam berada dekat di hati dalam banyak konflik politik dalam negara,” katanya. (TheMalaysian Insider)
Komen Weblog Ibnu Hasyim: Bukan Australia saja, United Kingdom, Ireland dan United States dan banyak lagi tempat lain, yang orang Melayu suka tinggal di sana. Bahkan di Saudi Arabia dan negara-negara Arab. Sri Lanka, Afrika Selatan. Amerika Selatan pun ramai juga.
Tetapi yang penting jangan tekan soal Melayu sangat, Islam perlu di tempat nombor satu. Islam melampaui sempadan negara dan bangsa-bangsa. Islam membawa kebahgiaan dunia akhirat. Islam menyatupadukan bangsa-bangsa, bukan memecah-belahkan atau asobiah qaumiah. Di mana bumi dipijak, di situ Islam dijunjung! Agama dijunjung adat di kilik. Kalau apa-apa yang bertentangan dengan agama, buang saja.. Allahu Akbar!!

Tuesday, May 31, 2011

PKR: K'jaan 'rompak' rakyat bagi suap kroni, kapitalis

PKR hari ini melabelkan pengumuman kenaikan tarif elektrik semalam sebagai 'rompakan di siang hari' kerana ia hanya menguntungkan kapitalis dan membebankan rakyat.

orange book forum klscah 250111 rafizi ramliKetua strategi parti itu, Rafizi Ramli, apa yang berlaku sebenarnya adalah kenaikan kos yang ditanggung oleh pembekal tenaga bebas akan dipindahkan kepada TNB yang kemudian menyalurkannya kepada pengguna.

Lebih malang, katanya, mekanisme baru itu juga akan menyaksikan tarif elektrik dinaikkan sebanyak dua kali kerana kos arang batu dan gas yang digunakan bagi menghasilkan tenaga akan disemak setiap enam bulan.

"Kedudukan kewangan TNB pada status quo, rakyat yang menanggung kenaikan tarif dan IPP langsung tidak menerima sebarang kesan daripada langkah ini kerana kos bahan api disalurkan melalui mekanisme itu.

"Ini benar-benar merompak rakyat bagi menyuap kroni dan kapitalis,” kata Rafizi kepada wartawan hari ini.

Dah Tak Ada Duit...Mintak Dengan Rakyat?

Tarif K'jaan bukan cari elektrik: populariti, kata TPM
Kerajaan persekutuan mengakui keputusan menaikkan tarif elektrik yang diumumkan semalam bukan perkara popular yang dibuat.

Namun kata Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin, kesannya lebih buruk kepada negara jika kerajaan terus mengekang kenaikan harga itu.

"Ini bukan soalan populariti. Sudah tentu, kita tidak akan jadi popular apabila harga apa-apa sahaja dinaikkan.

sarawak election muhyiddin 080411 04"Tetapi kita adalah kerajaan yang bertanggungjawab. Jika kita kekalkan harga rendah dan membiarkannya memberi kesan kepada perbelanjaan persekutuan hanya untuk menggembirakan orang ramai, pada jangka panjang rakyat akan merana dan ini tindakan tidak bertanggungjawab kerajaan,” kata Muhyiddin.

Bercakap kepada wartawan selepas melancarkan bangunan baru Suruhanjaya Tenaga di Putrajaya, katanya negara terpaksa berdepan dengan harga tenaga yang terus melambung.

"Ini bukan mengenai populariti ataupun tidak. Ini mengenai menghadapi kenyataan, ini fenomena global. Harga minyak mentah seluruh dunia sudah meningkat,” katanya.

"Jadi adakah kita mahu jadi popular dalam jangka pendek dan membiarkan rakyat merana dalam jangka panjang?” katanya.

Meskipun Muhyiddin berkata kerajaan akan cuba menyerap impak harga pasaran, namun terdapat had sebanyak mana yang mungkin dilakukan kerajaan.

Tarif elektrik dijangka naik setiap enam bulan?

Tarif elektrik di negara ini akan dinaikkan setiap enam bulan bagi tahun-tahun berikut supaya selaras dengan kenaikan harga gas asli yang dijual Petronas kepada pengeluar tenaga.

peter chinMenteri Tenaga, Teknologi Hijau dan Air Datuk Peter Chin berkata kerajaan pada dasarnya telah bersetuju mematuhi mekanisma 'Fuel Cost Pass Through' (FCPT) yang akan menentukan kadar tarif pada masa hadapan.

“Kuantum kos bahan api (cent/kW unit) akan disalurkan kepada pengguna berdasarkan harga sebenar bahan api iaitu gas dan arang batu yang digunakan bagi menghasilkan tenaga bagi tempoh enam bulan,” kata Chin di Putrajaya semalam.

Beliau berkata demikian ketika menjelaskan arahan kerajaan kepada Petronas supaya menaikkan harga gas asli daripada RM3 setiap mmBtu bagi setiap enam bulan sehingga ia mencecah harga pasaran menjelang tahun 2016.

Pada sidang akhbar berasingan di Kuala Lumpur, Ketua Pegawai Eksekutif Tenaga Nasional Bhd (TNB) Datuk Che Khalib Mohamad Noh (bawah, tengah) berkata FCPT bermakna pengguna terpaksa menanggung kos.

tenaga tnb pb 300511 azman mohd, che khalib mohamad noh, mohamed rafique merican"Kerajaan akan juga melaksanakan mekanisma FCPT bagi sektor tenaga. Mengikut FCPT, kos bahan api akan disemak setiap enam bulan.

"Sebarang perubahaan sama ada menaik ataupun menurun pada kos bahan api, khususnya gas, arang batu dan minyak akan ditanggung oleh pengguna,” katanya.

Rivals nearly clash over rare earth project


 

Both pro- and anti-Lynas protesters nearly ended up in a free-for-all outside the hotel where the IAEA panel is meeting.
KUANTAN: While the International Atomic Energy Agency (IAEA) was meeting over the Lynas rare earth plant at the Hyatt Regency here, there was tension brewing outside.
Both pro- and anti-Lynas groups were facing off each other. About 150 demonstrators gathered from the Save Malaysia Stop Lynas group. Not to be outdone, a pro-IAEA panel group also gathered there with banners and placards proclaiming their support for both the panel and Menteri Besar Adnan Yaakob.
Also present were three Umno assemblymen: Mohamad Sahfri Abdul Aziz (state executive councillor), Norolazali Sulaiman (Guai), and Mohd Zaili Besar (Panching).
The demonstrators also confronted Kuantan MP Fuziah Salleh as she arrived to meet the team, asking her not to bring her 50,000 signature petition into the discussion.
She agreed to ask permission from the panel before presenting the petition.
The exchange between the two groups heated up and blows were nearly exchanged between a pro-panel supporter and Indera Mahkota MCA Youth chief David Choi.
However, the situation did not get out of control when a large number of light strike police force personnel intervened.
Choi, who has been against the rare earth project from the beginning, later told reporters that he had been kicked during the struggle.
The authorities then tried to usher both groups away, but they refused to move and waited outside the hotel until 4 pm.
Radiation pollution
The panel, formed by the IAEA, will meet with stakeholders until Thursday before beginning a month-long review to decide on the fate of the refinery and the risks of radiation pollution.
Environmental groups, both local and in Australia, have criticised the Lynas rare earth project, saying that the corporation’s plans for waste storage and transport management from Western Australia to the Gebeng industrial zone were not clear.
(The RM700 million refinery is being constructed by Australia’s Lynas Corporation.)
The government was forced to halt operations after the plant sparked an uproar among residents and environmentalists who feared it could be a repeat of the 1987 Bukit Merah disaster, which was linked to eight cases of leukaemia.
The plant, started by Mitsubishi Chemicals, was closed down but the area is still undergoing an RM300 million clean-up process.
Meanwhile, Fuziah criticised the Lynas independent review panel for lacking a holistic approach in its examination.
“The panel has admitted… there is no public health expert on the panel. Our stand is that no recommendation by the panel can be considered, no matter how thorough it it,” she said after meeting the panel.
She added that the recommendations could not be enforced because they were purely technical, and did not take into account environmental concerns.
She also handed the 50,000-signature petition to the panel.
However, MCA central committee member, Ti Lian Ker, advised against making snap judgments against the panel.
“These are areas which you should give them time to look into… we don’t need to demonstrate our dislike. Malaysians must show their maturity and ability to accept the situation in a responsible manner.”
The panel will meet with stakeholders until Thursday before beginning a month-long review to decide on the fate of the refinery and the risks of radiation pollution.
International Trade and Industry Minister Mustapa Mohamed has promised to make public the panel’s findings and recommendations in the interest of transparency.
He said concerns over health, safety and environmental aspects of the Lynas’ project had been expressed recently and that the government would never compromise public interest in handling the issue.
However, Lynas Corp does not expect its plans to be derailed regardless of the government review, and maintain that the plant is safe.
The plant anticipates revenue of RM8 billion per year from 2013 onwards thanks to the rare earth metals, which are used in the manufacture of high-technology products.