Sunday, January 30, 2011

Seperti Apa Visi Politik Gerakan Jihad ?

Seperti Apa Visi Politik Gerakan Jihad ?

Jawaban atas pertanyaan di atas bisa kita temukan dalam buku karya Syekh Hazim Al Madani dan Syekh Abu Mush'ab As Suri. Mereka berdua masing-masing menulis sebuah buku, yakni "Hakadza Naral Jihad wa Nuriyduhu" dan "Da'watu Al Muqawwamatu Al Islamiyyah Al Alamiyyah Nadzoriyatu Siyasiyatu". Kedua buku itu digabung dan kemudian diterbitkan oleh penerbit Jazera dengan judul Visi Politik Gerakan Jihad.
Sebagaimana dalam kata pengantar penerbit dikatakan kehadiran buku ini diharapkan bisa menjadi urun rembuq yang mencerahkan terkait pola gerakan jihad-yang hari ini masih menjadi misteri dan perdebatan di kalangan aktivis itu sendiri. Sekaligus mampu mengilhami visi-sebagaimana judulnya-gerakan Islam, dimana banyak kritik tajam yang mempertanyakan ompongnya gerakan Islam ketika berbicara soal renstra alias rencana strategis.

Jangan Lupakan Politik
" Kita Asyik dengan pertarungan militer, sukses menempa jiwa ikhlas, dan berhasil menghidupkan kecintaan mati syahid. Tapi kita lalai memikirkan kekuasaan (politik), sebab kita tak sepenuh hati menggelutinya. Kita masih memandang bahwa politik adalah barang najis. Hasilnya, kita sukses mengubah arah angin kemenangan dengan pengorbanan yang mahal, hingga menjelang babak akhir saat kemenangan siap dipetik, musuh-musuh melepaskan tembakan " rahmat " untuk menjinakan kita ".

Itu sebuah renungan dari seorang tokoh jihad Arab di Afghanistan yang menggambarkan betapa gerakan jihad terkadang melupakan politik dalam perjuangannya. Tentu politik yang dimaksud disini tidaklah sama dengan politik yang selama ini difahami banyak orang, trik kotor untuk mencapai kekuasaan. Dalam Mukadimah buku Visi Politik Gerakan Jihad, renungan sang mujahid tadi seolah menyadarkan kita betapa pentingnya visi politik bagi sebuah gerakan yang sedang berjuang. Karena jangan sampai kita sukses dalam mencapai angka-angka keberhasilan secara militer (jihad), tapi pencapaian kita nol besar di bidang politik.
Jihad Afghan babak pertama dimana kaum Muslimin bersama mujahidin Afghan (atas idzin Allah SWT) berhasil mengusir penjajah kafir atheis Uni Soviet namun akhirnya tidak mampu mengelola nasrullah (kemenangan dari Allah SWT) tersebut dan mengakibatkan konflik internal terjadi diantara sesama mujahidin Afghan, sebelum akhirnya mujahidin Taliban berhasil mengambil alih tampuk kekuasaan dan mengelola pemerintahan berdasarkan syariat Islam. Hal ini telah menjadi pelajaran berharga bagi kaum Muslimin, terutama para mujahidin yang kini tengah berjihad, dimanapun mereka berada.

Karya Besar Dua Ulama Mujahid

Buku ini hadir di tengah jatuh bangun berbagai gerakan jihas dalam mengemban misinya. Membawa pencerahan dan gagasan yng cukup kritis sekaligus cerdas, sehingga sangat mungkin menjadi " barang baru " bagi sebuah gerakan jihad; politik. Sesuatu yang banyak dijauhi oleh aktivis hanya karena keliru mengidentifikasi. Tanpa menyadari bahwa jihad itu sendiri sebenarnya merupakan sebuah aktifitas politik. Celakanya, sikap apolitis itu justru mengakibatkan umat yang seharusnya berada dibarisan pendukung, justru bersama musuh membabat gerakan jihad. Lalu, bagaimana sebuah gerakan jihad itu harus berpolitik?

Alhamdulillah, semua itu dibeber kedua penulis, Syekh Hazim Al Madani dan Syekh Abu Mush'ab As Suri dalam buku Visi Politik Gerakan Jihad. Berbagai jurus untuk menciptakan sebuah pola gerak jihad yang konstruktif; analogi perekrutan massa sekaligus menetralisir kekutan lawan, pembangunan opini publik, memelihara miftah sharra ' (poin kunci perlawanan), hingga bagaimana memfokuskan titik pukul pada prioritas musuh di tegah-tengah kemampuan diri yang serba terbatas. Tentu, semua itu hanya boleh diputuskan oleh qiyadah (kepemimpinan) yang memiliki kualitas standar dan syarat khusus, yang juga diurai dalam buku ini.

Meski tak menawarkan suasana heroik - lazimnya buku-buku jihad yang ada - buku ini sangat layak diharapkan menjadi saham bagi urun-rembug yang mencerahkan terkait pola pergerakan jihad - yang hingga hari ini masih menjadi misteri dan perdebatan di kalangan aktivis itu sendiri. Apalagi, kedua penulis adalah tokoh yang sudah tidak asing lagi dalam pergulatan jihad internasional.

Buku setebal 152 halaman ini merupakan gabungan dua buah karya besar dua orang ulama mujahid, yakni Syekh Hazim Al Madani dan Syekh Abu Mush'ab As Suri. Karya Syekh Hazim Al Madani ditempatkan menjadi Buku Kesatu yang memuat dua bagian. Sementara itu karya Syekh Abu Mush'ab As Suri menjadi Buku Kedua yang dibagi menjadi empat bagian. Pada catatan kaki di buku kesatu, penerbit menyatakan bahwa setelah melalui diskusi panjang di redaksi, dari empat bagian buku karya Syekh Madani, penerbit menilai hanya bagian 1 dan 2 saja yang memungkinkan untuk diterbitkan dalam bentuk buku yang fokus membahas siyasi (politik).
Bab lainnya berbicara tentabg praktik jihad. Sementara itu dalam buku karya Syekh Abu Mush'ab As Suri yang juga dikenal dengan sebutan "Dakwah Muqowwamah", disebutkan bahwa politik dalam Islam adalah Politik Syar'i (Siyasah Syar'iyyah) yakni politik yang dijalankan sesuai dengan aturan-aturan syariat. Inilah yang kemudian bisa disebut dengan Politik Islam.

Akhirnya, hanya dengan membaca buku ini kita bisa mengerti dan memahami seperti apa visi politik gerakan jihad. Wallahu'alam bis showab!

(M Fachry/arrahmah.com)  

Revolusi Tunisia, Jihad Global & Saatnya Khilafah Islamiyah Memimpin Dunia

Revolusi Tunisia, Jihad Global & Saatnya Khilafah Islamiyah Memimpin Dunia
Oleh M. Fachry
Apakah Revolusi di Tunisia menjadi tanda berakhirnya era para diktaktor yang bengis dan dimulainya era khilafah Islamiyah ? Apa peranan dakwah dan jihad global di tengah kecamuk politik negeri-negeri Islam yang terpengaruh efek domino dari revolusi Tunisia? Siapkah umat Islam dengan kembalinya khilafah memimpin dunia?
Revolusi Seorang Pedagang Sayur
Revolusi di Tunisia bermula dari seorang tukang sayur bernama Muhammad Bouazizi, berumur 26 tahun. Muhammad Bouazizi  adalah simbol pemuda tertindas di wilayah Sidi Bouzid Sidi, 300 kilometer sebelah selatan ibukota Tunisia. Pemuda di sana banyak yang bergelar sarjana namun sehari-hari hanya berkeliaran di café-cefe di jalan berdebu kota miskin, menunjukkan kegagalan pemerintah memberikan jaminan pekerjaan yang layak.
Bouazizi, selama tujuh tahun berjibaku menjadi tukang sayur hingga polisi menyita gerobak sayurnya, 17 Desember 2011 dengan menuduhnya berjualan tanpa izin. Bouazizi sudah mencoba membayar 10 dinar Tunisia dan membayar lagi sekitar 7 dolar, namun ia malah ditampar, diludahi dan ayahnya yang sudah meninggal dihina. Bouazizi tidak terima dihina seperti itu, dan melapor ke markas provinsi berharap didengarkan keluhannya. Namun, sebagaimana biasanya para pejabat bertemu dengannya pun tak mau. Bouazizi pun mengambil langkah sendiri, dia menuangkan bahan bakar ke tubuhnya dan membakar dirinya sendiri. Ternyata Bouazizi tidak hanya membakar dirinya tetapi membakar amarah seluruh rakyat Tunisia atas kediktaktoran rezim yang berkuasa.
Ben Ali, sang diktaktor sempat mengunjungi Bouazizi pada tanggal 28 Desember untuk meredam api yang sudah membakar rakyat Tunisia. Namun, api di dada rakyat Tunisia sudah tidak bisa lagi dipadamkan, dan pada tanggal 14 Januari, hanya 10 hari setelah Bouazizi meninggal, kediktaktoran Ben Ali tergulingkan oleh sebuah intifadhah yang dipicu seorang tukang sayur.
Ben Ali, sang diktaktor Tunisia yang telah berkuasa selama 23 tahun adalah lambang pemerintahan sekuler negara-negara Islam, khususnya dunia Arab yang gagal menjalankan sistem pemerintahannya di segala aspek kehidupan. Pengangguran, liberalisasi ekonomi, pasar bebas adalah sumber masalah bagi Tunisia. Apalagi Tunisia tidak memiliki sember daya alam dan sangat bergantung pada asing. Ditambah lagi pemerintahan yang korup, represif, ketertutupan akses politik, maka lengkaplah penderitaan rakyat Tunisia yang akhirnya berujung kepada perlawanan untuk sebuah perubahan. Sebuah revolusi telah dimulai.
Masa Berakhirnya Para Diktaktor?
Runtuhnya rezim diktaktor Tunisia teryata menjadi kekhawatiran tersendiri bagi semua diktaktor, khususnya di negara-negara Arab. Mereka khawatir rakyat di negara mereka akan menjadikan revolusi di Tunisia sebagai inspirasi, dan itulah yang saat ini terjadi!
Abdul Bari Atwan, editor Al Quds Al Arabi yang berbasis di London menulis sebuah artikel berjudul Terima Kasih Rakyat Tunisia mengungkapkan kekhawatiran para diktaktor Arab atas revolusi Tunisia.
 "Beberapa hari ini merupakan hari yang kritis bagi kebanyakan kediktaktoran pemimpin Arab. Kondisi kehidupan di Tunisia masih lebih baik dibandingkan kebanyakan negara Arab lainnya. Lebih lagi, diktaktor Tunisia tidak terlalu represif dibandingkan di dunia Arab lainnya".
Abdul Bari Atwan, yang pernah menulis buku The Secret History of Al-Qa'ida (bercerita ttentang Syekh Usamah bin Ladin dan Al Qaeda) juga memberikan 'saran' menarik untuk pemerintahan Amerika terkait revolusi di Tunisia. Atwan menyarankan pemerintahan AS menyiapkan sebuah pulau di Kepulauan Pasifik untuk menerima sekutu Arab dan para diktaktor lainnya.
Pakar politik Arab, Hussein Majdoubi juga menganalisa kemungkinan terjadinya revolusi serupa di Tunisia akan merembet ke negara-negara Arab. Penguasa Maroko, Libya, Aljazair, dan Mesir menurutnya merupakan target revolusi selanjutnya. Dia juga kecewa dengan Barat yang terus menerus memberikan dukungan kepada para diktaktor Arab dan mengabaikan keadaan politik yang menyedihkan.
Clovis Maksoud, mantan utusan Liga Arab untuk PBB mengatakan revolusi Tunisia adalah inspirasi dunia Arab yang dipakai oleh negeri-negeri dengan rezim diktator. Dalam sebuah wawancara dengan Press TV, dia mengatakan "revolusi Tunisia merupakan salah satu peristiwa paling inspiratis di dunia Arab di waktu kontemporer ini".
Yvonne Ridley, jurnalis Muslimah yang juga seorang mualaf asal London, UK, berpendapat bahwa rakyat dunia Arab saat ini telah kehilangan rasa takut terhadap rezim-rezim Arab yang menindas dan korup yang disangga oleh kekuatan AS dan Eropa, dan akan mulai berjatuhan seperti kartu domino. Dia melanjutkan :
"Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengirimkan Air Force One untuk mengumpulkan semua diktator, tiran dan para penguasa yang lalim yang digaji oleh AS dan membawa mereka kembali ke Washington. Seperti kotoran hewan peliharaan di New York Central Park, anda harus bertanggung jawab atas kekacauan anjing Anda."
Revolusi rakyat Tunisia membuat para diktaktor Arab panik. Hal yang menimpa Ben Ali merupakan penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang pemimpin Arab.  Sebuah kejadian luar biasa bila diktaktor Tunisia yang telah berkuasa selama 23 tahun akhirnya ditumbangkan oleh perlawanan rakyat yang kecewa dan muak dengan sistem yang mengatur mereka selama ini. Era para diktaktor nampaknya segera akan berakhir.
Efek Domino Revolusi Tunisia
Aksi tukang sayur, Muhammad Bouazizi, yang mencetuskan revolusi Tunisia teryata segera menjadi inspirasi rakyat di beberapa negeri Arab lainnya. Ada hampir selusin orang meniru aksi bakar diri di beberapa ibukota Arab, beberapa diantaranya termasuk di Kairo dan Aljazair. Bahkan, hingga saat ini, demonstrasi menuntut turunnya diktaktor Mesir, Husni Mubarak masih terus terjadi di jalan-jalan kota Mesir. Mesir kini bergolak.
Para pengunjuk rasa di Mesir bahkan membakar gedung pemerintah di kota pelabuhan Suez. Seorang saksi mata mengatakan protes terhadap pemerintahan diktaktor Husni Mubarak terus berlanjut di Mesir.
Pengunjuk rasa juga melemparkan bom molotov ke gedung pemerintah pada Rabu (26/1/2011), pembakaran dan pelemparan bom juga dilakukan di markas partai yang berkuasa, Partai Demokrasi Nasional, seperti yang dilaporkan AFP.

Ribuan penduduk Mesir turun ke jalan di seluruh negeri untuk melanjutkan aksi unjuk rasa yang belum pernah terjadi sebelumnya, menentang larangan pemerintah yang sebelumnya diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri. Pengunjuk rasa membakar ban dan melempari polisi dengan batu di Kairo sementara polisi anti huru-hara yang bersenjata lengkap telah dikerahkan di kota-kota besar untuk membubarkan masa yang menentang aturan diktaktor Mesir tiga dekade, Mubarak.

Bentrokan dilaporkan terjadi di kota Alexandria dan Suez, di mana tentara keamanan menggunakan meriam air, gas air mata, pentungan dan peluru karet untuk membubarkan massa. Setidaknya 70 orang-55 pengunjuk rasa 15 polisi-terluka dalam bentrokan di Suez.
Demonstrasi besar-besaran di Mesir telah berjalan lima hari dan hingga hari ini terus terjadi bahkan semakin memanas. Polisi Mesir bahkan menembak 17 orang yang mencoba menyerang kantor polisi di Kairo, Mesir. Aksi ini terjadi menyusul peryataan diktaktor Mesir Husni Mubarak yang menolak turun tahta. Peryataan ini sontak semakin memanaskan suasana dan menambah semangat puluhan ribu massa turun ke jalan-jalan di kota-kota besar di Mesir. Efek domino revolusi Tunisia kini merambat dan terjadi di Mesir dengan satu tujuan yang sama, menurunkan para diktaktor!
Di Yaman, rakyat pun menuntut turun diktaktor bengis Ali Abdullah Saleh. Ribuan penduduk berdemonstrasi di ibukota, Sanaa, menyerukan sang diktaktor selama 30 tahun, Ali Abdullah Saleh, mundur. Keberanian rakyat Yaman untuk menggulingkan presidennya muncul setelah protes massa di Mesir dan revolusi di Tunisia yang berhasil menggulingkan rezim berkuasa.

Rakyat Yaman mengeluhkan meningkatnya kemiskinan di kalangan penduduk muda dan frustasi dengan kurangnya kebebasan politik. Juga mengeluhkan korupnya para pejabat.

"Kita berkumpul hari ini untuk menuntut turunnya Presiden Saleh dan pemerintahan korupnya," ujar para demonstran.
Revolusi Tunisia memicu solidaritas warga di dunia Arab, terutama umat Islam yang muak dengan sistem pemerintahan diktaktor dan sekuleristik yang selama ini diterapkan. Setelah Tunisia, revolusi merembet ke Mesir, bisa jadi meluas hingga ke Yaman, dan mungkin akan terus berlanjut ke seluruh wilayah dunia Arab. Sebuah perubahan besar sedang terjadi. Para Fir'aun tengah menghadapi kemarahan dan perlawanan 'Musa' yang bangkit melawan kedzoliman!
Seruan Dakwah & Jihad Global
Revolusi Tunisia juga didukung dan bersinergi dengan seruan dakwah dan jihad global. Semua bermuara kepada ujung yang sama, penerapan syariat Islam dan menegakkan khilafah Islamiyah.
Puluhan aktivis Muslim di London berdemonstrasi di depan Kedubes Tunisia di London, Jum'at (21/1) menyerukan kepada umat Islam di Tunisia untuk menerapkan syariat Islam (Khilafah). Dalam demonstrasi tersebut, para aktivis Islam mengusung tulisan Shariah For Tunisia, dalam bahasa Inggris, Arab, dan juga Perancis. Mereka juga meneriakkan "Shariah Akan Kembali" dan "Khilafah Akan Kembali" yang disusul dengan gema takbir!
Sementara itu, Al Qaeda wilayah Maghrib atau yang lebih dikenal dengan sebutan AQIM mendukung revolusi Tunisia dan menyerukan penerapan syariat Islam sesegera mungkin di Tunisia. Dalam sebuah video berdurasi 13 menit, Syekh Abu Musab Abdul Wadud, amir AQIM, mengatakan mendukung aksi unjuk rasa rakyat Tunisia untuk menggulingkan diktaktor Ben Ali. Dalam video yang dikirimkan ke forum-forum jihad tersebut, beliau juga memberikan sejumlah saran strategis, termasuk siap untuk memberikan pelatihan penggunaan senjata.
Syekh Abu Musab Abdul Wadud juga mengecam Ben Ali karena melakukan penindasan, korupsi, dan tak memedulikan kepentingan rakyat jelata. Ia meminta para demonstran segera menggulingkan Ben Ali dan menerapkan hukum syariat Islam di Tunisia. Ia mengatakan, Muslim Tunisia harus memperluas aksi revolusi menjadi skala nasional.
AQIM pimpinan Syekh Abu Musab Abdul Wadud adalah tandzim Al-Qaeda di Al Jazair, atau lengkapnya Tandzim Al-Qaeda Biladil Maghrib Islami (Al Qaeda di Negara-negara Islam Afrika Utara) yang hingga saat ini eksis dan terus melebarkan pengaruhnya. Dulunya sebelum bergabung dengan Al Qaeda tandzim ini bernama The Salafist Group for Call and Combat (GSPC) atau dalam bahasa Arabnya Al Jama'ah As Salafiyyah lidakwah wal Qital.
Menurut para pakar, basis AQIM kini semakin melebar ke sejumlah negara, seperti Tunisia, Al Jazair, Mauritania, dan Mali. Mereka selalu mengatakan :
"Bencana Anda adalah bencana kami dan penderitaan Anda adalah penderitaan kami".
Sistem Apa Yang Akan Digunakan?
Ke manakah arah revolusi Tunisia? Akankah syariat Islam segera diterapkan di sana? Tunisia adalah sebuah negara Arab yang berpenduduk Muslim terletak di Afrika Utara, tepatnya di pesisir Laut Tengah. Tunisia berbatasan dengan Aljazair di sebelah barat, dan Libya di selatan dan timur.
Di antara negara-negara yang terletak di rangkaian Pegunungan Atlas, wilayah Tunisia termasuk yang paling timur dan terkecil. 40% wilayah Tunisia berupa padang pasir Sahara, sisanya tanah subur.
Tunisia menjadikan sistem sekuler, yakni Republik untuk mengatur sistem kenegaraan dan bermasyarakatnya setelah merdeka dari penjajahan kafir Perancis pada 20 Maret tahun 1956. Ben Ali, naik ke tampuk kekuasaan melalui sebuah kudeta tak berdarah di tahun 1987 untuk kemudian menjadi penguasa diktaktor selama kurun waktu 23 tahun.
Selama berkuasa, Ben Ali tiada hentinya melakukan kejahatan kepada umat Islam Tunisia yang hal ini menunjukkan bahwa dirinya memang seorang diktaktor sejati. Bahkan Ben Ali adalah seorang pendukung setia zionis Israel, dimana dirinya melarang rakyat Tunisia demo anti Israel bahkan melarang upaya pengumpulan bantuan untuk Muslim Gaza. Terlalu!
Ben Ali juga seorang kaki tangan Amerika yang setia serta anti syariat Islam. Dia melarang jilbab, menutup masjid dan menugaskan polisi untuk selalu memata-matai masjid. Di tahun 1990-an Ben Ali mulai menangkapi kaum Muslimin yang memanjangkan jenggot di Tunisia- yang sebenarnya mereka ingin kembali kepada syariat Islam- melarang mereka ke masjid dan di tempat kerja dan lembaga-lembaga sekolah.
Ben Ali dan keluarganya teryata juga gemar mencuri kekayaan rakyat Tunisia sementara di waktu yang bersamaan rakyat Tunisia dibiarkan miskin, tak punya pekerjaan dan didzolimi setiap harinya. Korupsi dan kolusi menjadi santapan sehari-hari pejabat Tunisia yang akhirnya membuat rakyat Tunisia muak dengan sistem pemerintahan dan kediktaktoran Ben Ali hingga akhirnya bergerak melawan dan menggulingkan sang diktaktor.
Pasca tergulingnya Ben Ali, untuk pertama kalinya dalam 23 tahun, pemuda Muslim melaksanakan sholat berjamaah di jalan-jalan di kota Tunisia. Semangat untuk kembali dan menerapkan syariat Islam menjadi salah satu alternatif rakyat Tunisia, terutama kaum mudanya. Hal ini tentu saja menjadi kekhawatiran pejabat-pejabat sekuler dan mantan pendukung diktaktor Ben Ali.
Menteri Pembangunan Daerah, Silvan Shalom menyatakan keprihatinan tentang penggulingan penguasa diktator Ben Ali, karena "langkah ini akan memfasilitasi pergerakan Islam di negeri ini".
Rakyat Tunisia yang tidak puas dengan hasil kudeta terhadap pemerintah negara itu, menyerukan perubahan radikal dalam politik. Mereka melakukan aksi massa menuntut pembebasan tahanan politik dari penjara diktator Ben Ali.
Sebagian besar rakyat Tunisia menyeru untuk mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah Islam dan untuk memastikan konsolidasi negeri-negeri Muslim. Umat yang berdemoa di Tunisia meneriakkan : "tidak ada jalan lain, tidak ada jalan lain, Islam satu-satunya solusi!"  "Dengan jiwa kami, dengan darah kami, kami akan berkorban untuk Anda, wahai Islam!"

Berdiri di hadapan tentara Tunisia, mereka mengalamatkan kalimat ini untuk : "Kalian di Palestina, kalian di Irak, jatuhkan rantai penguasa dari leher kalian dan penuhi tugas Anda!"  "Wahai tentara Muslim, kami siap bersama Anda, dengan darah kita, dengan jiwa kita, dan anak-anak kita!  gulingkan rezim yang menindas!"
Sebuah pilihan tepat bagi rakyat Tunisia adalah menerapkan syariat Islam dan menegakkan sistem pemerintahan secara Islami, yakni dengan menegakkan khilafah Islam. Hendaknya rakyat Tunisia yang mendapatkan 'berkah' dari Allah SWT., dengan tumbangnya rezim diktaktor Ben Ali dapat memenfaatkan moment yang sangat berharga ini dan tidak tertipu dengan bujuk rayu dan tipu daya setan yang menawarkan racun demokrasi.
Seorang mujahid pernah menuturkan pengalaman berharga dalam perjuangan :
"Kita asyik dengan pertarungan militer, sukses menempa jiwa ikhlas, dan berhasil menghidupkan kecintaan mati syahid. Tetapi kita lalai memikirkan kekuasaan (politik). Sebab kita tak sepenuh hati menggelutinya. Kita masih memandang bahwa politik adalah barang najis. Hasilnya, kita sukses mengubah arah angin kemenangan. dengan pengorbanan yang mahal, hingga menjelang babak akhir saat kemenangan siap dipetik, musuh-musuh melepaskan tembakan "rahmat" kepada kita-demikian kosa kata yang biasa mereka gunakan-untuk menjinakkan kita."
Faktanya, hingga saat ini revolusi di Tunisia belum diketahui akan bermuara kemana. Situasi masih tidak menentu. Saat ini, Perdana Menteri Mohammad Ghannouchi yang menjabat kekuasaan sementara menjanjikan segera digelar sebuah pemilu yang akan mengganti sistem presidensial ke sistem parlemen. Tentu saja janji ini hanyalah sebuah kebohongan saja yang tidak akan membawa dampak perubahan yang berarti. Karena pergantian rezim dan sistemnya masih dalam koridor sistem demokrasi yang anti syariat Islam.
Pergantian rezim atau diktaktor di sebuah negara bukanlah jaminan pasti perubahan kehidupan di negara tersebut. Pengalaman membuktikan pergantian rezim tanpa diikuti pergantian sistem kehidupan secara menyeluruh tidak akan membawa perubahan apapun. Apalagi janji-jani manis perubahan dan reformasi selalu diteriakkan oleh musuh-musuh Islam yang tidak bersedia syariat Islam dan khilafah diterapkan menjadi satu-satunya sistem yang mengatur kehidupan masyarakat Islam. Akhirnya, demokrasilah yang selalu ditawarkan sebagai alternatif terbaik sebuah perubahan. Padahal demokrasi adalah racun berbisa yang sangat mematikan bagi umat Islam yang rindu kembalinya syariat Islam di seluruh aspek kehidupan. Untuk itu, tidak ada alternatif lain, dan tidak ada sistem lain bagi umat Islam dimanapun kecuali kembali menerapkan syariat Islam secara kaafah (sempurna) dalam bingkai khilafah Islam.
Khilafah, Siap Memimpin Dunia
Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam." (H.R. Ahmad dan Al Baihaqi. Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461. Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273).
Berita dari Nabi SAW., di atas menjadi kabar gembira bagi kaum Muslimin saat ini. Masa atau era khilafah (sistem kenegaraan Islam) yang mengikuti jejak kenabian tidak akan lama lagi akan dimulai pasca runtuhnya era 'mulkan jabariyah' atau era raja-raja yang sombong (bengis) alias para diktaktor.
Fenomena revolusi Tunisia, disusul Mesir, dan seterusnya bisa jadi menandai kebenaran hadits yang diyakini sebagai fase-fase sejarah kemunduran dan kebangkitan umat Islam. Pasca runtuhnya khilafah Islam terakhir di Turki, 3 Maret 1924, kaum muslimin memasuki periode buruk dalam sejarahnya. Digulingkannya sistem khilafah Islam oleh 'dajjal' Mustafa Kemal At Tatruk melahirkan sistem sekuler yang melahirkan para pemimpin diktaktor di seluruh negara-negara Islam. Pada saat itulah berakhir masa "mulkan adlon" dan dimulai masa "mulkan jabariyyah" alias para diktaktor. Para diktaktor ini atas desakan Barat menggunakan sistem demokrasi sekuler dengan pemilu sebagai jargon kebebasan dan perubahan.
Kini, umat sadar betapa bengisnya raja-raja dan pemimpin mereka sang diktaktor. Sistem demokrasi sekuler teryata juga hanya menjanjikan angin surga tanpa ada kenyataan sama sekali. Kondisi kehidupan yang terpuruk akibat menerapkan sistem dan ideologi kufur demokrasi akhirnya membangkitkan kesadaran dan angin perubahan di seluruh negeri-negeri Islam. Revolusi Tunisia menjadi pemicu sekaligus inspirasi.
Bersandar kepada berita gembira dari Nabi SAW., di dalam hadits sejarah umat Islam tersebut, maka pasca tumbangnya para diktaktor yang bengis akan menandai awal kemunculan sistem khilafah Islami dan berlakunya kembali syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Umat pun merindukan kemunculan kembali Al-Mahdi, sosok khalifah yang muncul pasca berakhirnya periode "mulkan jabbariyah" atau para diktaktor bengis. Tergulingnya Ben Ali, dan kemungkinan Husni Mubarak, dan disusuk para diktaktor lainnya menjadi tanda dekatnya masa yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW., tentang munculnya khilafah Islamiyah berdasarkan metode kenabian. Revolusi Tunisia bisa jadi menjadi sebuah pengantar datangnya masa yang dijanjikan tersebut, di mana umat Islam dan bahkan umat di seluruh dunia akan hidup dalam ketentraman, kesejahteraan, dan rahmat bagi alam semesta. Untuk itu, bersiapkan wahai kaum Muslimin menyambut datangnya kembali khilafah Islamiyah untuk memimpin dunia!
Wallahu'alam bis showab!
By: M. Fachry
International Jihad Analysis
Ahad, 25 Shafar 1432 H/30 Januari 2011 M
Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com/

Tiga saman baru untuk Felda

Di Bera membabitkan 600 peneroka, Kertih Satu seramai 30 orang dan Felda Redong 35 orang.
LABIS: Persatuan Anak-anak Peneroka Felda Kebangsaan (Anak) akan memfailkan tiga saman baru terhadap pengurusan Felda berhubung penipuan terhadap mereka.
Tiga tanah rancangan Felda tersebut ialah Bera di Pahang, Kertih Satu, Terengganu dan Felda Redong di Johor.
“Di Bera membabitkan 600 peneroka, Kertih Satu seramai 30 orang dan Felda Redong 35 orang jika pengurusan Felda tidak menyelesaiikan mereka selepas pilihanraya kecil DUN Tenang,” kata presiden Anak Mazlan Aliman dalam sidang media di sini hari ini.
Dalam sidang media tersebut Mazlan yang juga ahli jawatan kuasa (AJK) Pusat juga mengumumkan kejayaan peneroka Felda Raja Alias 2 di Negeri Sembilan mengenepikan saman injuksi oleh pengurusan Felda terhadap mereka (gambar).
Menurutnya, Hakim Mahkamah Tinggi Seremban Datin Rosnaini Saub menolak permohonan pengurusan Felda untuk mengenepikan tuntutan 23 peneroka enggan menyerahkan tanah mereka untuk ditebang oleh kontraktor yang dilantik Felda.
“Peneroka menolak bayaran RM28,000 untuk tanah seluas 10 ekar tanaman getah mereka.
“Kerana peneroka berkenaan boleh mencari kontraktor lain yang boleh membayar lebih tinggi daripada itu, katanya.
Mazlan berkata kini telah ada kebangkitan di kalangan peneroka Felda untuk menuntut hak mereka.
Beliau juga mendakwa sehingga kini Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Ahmad Maslan masih tidak mahu berdebat mengenai isu Felda.(FMT)

Saturday, January 29, 2011

Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan: Kita Bertanya, Al-Qur’an Menjawabnya

Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan: Kita Bertanya, Al-Qur’an Menjawabnya
Oleh Saif Al Battar
Pertanyaan yang selalu saja ada dibenak fikiran kita kadang membuat kita sering tidak sabar menghadapi hidup ini, diantara pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam kehidupan ini adalah;  KENAPA AKU DIUJI?,  KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?, KENAPA UJIAN SEBERAT INI?, KENAPA SELEMAH INI?, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?, APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?, KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?,  AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!! Dsb..
Lalu apa solusinya? Banyak orang yang menghabiskan wangnya hanya untuk membeli sebuah kebahagiaan, sebuah kebahagian sejatinya tidak akan bisa dibeli kecuali dicari oleh yang menginginkan kebahagiaan. Adapula yang ingin lari dari ujian hidup dengan cara mengakhirinya, seperti yang kita lihat, banyak manusia-manusia yang bunuh diri dengan sia-sia, karena frustasi akibat cinta, kemiskinan, tamak dan gila, nauuzhubillah...dan persoalan-persoalan ini tidak cukup untuk diuraikan oleh lembaran-lembaran kertas dan ukiran pena, Masya Allah...

 Solusinya adalah...


Kembali kepada Al Qur'an, disana ada jawaban dan solusi terbaik dari Sang Pencipta kita, Allah Jalla wa'alaa, Dialah sebaik-baik tempat meminta dan kembali...Subhanallah...

Mari kita mulai untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan kehidupan ini...

Bismillah.....


KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -(QS Al-Ankabut ayat 2-3)

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - (QS Al-Baqarah ayat 216)

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

 AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."- (QS Al-Baqarah ayat 286)

KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - (QS Al-Imran ayat 139)

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

  "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." - (QS. Al-Imran ayat 200)

KITA BERTANYA LAGI : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - (QS Al-Baqarah ayat 45)

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ? - (QS At-Taubah ayat 111)

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - (QS At-Taubah ayat 129)

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!

AL-QUR'AN MENJAWAB:


 "... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - (QS Yusuf ayat 12)


Kita selalu Bertanya....................dan Al-Quran sudah menjawabnya.................

 Wallahu a'lam bish showab...


Your Brother,
Muhammad Jibriel Abdul Rahman

(arrahmah)

Friday, January 28, 2011

Tazkirah ingatkan Mati: Bab 9

#MELAFAZKAN "LAILAHA ILLALLAH" KEPADA ORANG YANG BERADA DALAM DETIK-DETIK KEMATIANNYA.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri ra beliau berkata:

Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ajarilah orang yang menghadapi kematian kalaimat "La Ilaha Illallah (Tiada Tuhan selain Allah)."

Hal ini dianjurkan agar akhir perkataan orang yang mati adalah kesaksian bahawa tiada Tuhan selain Allah SWT dan ia mengakhiri hidupnya dengan bahagia,hingga ia masuk dalam kategori seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:

Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah "Tiada Tuhan selain Allah SWT" maka ia akan masuk syurga.

Bukankah saudara-saudara telah mengetahui bahawa dengan mengajarkan dan mendiktekkan syahadat kepada orang yang sakarat juga merupakan ucapan selamat datang untuknya, dan merupakan pertolongan kita untuknya dalam menghadapi syaitan yang muncul ketika sakarat untuk menghancurkan akidahnya,dan apabila orang yang sakarat tersebut telah mengatakannya sekali,maka talqinnya jangan diulangi kecuali setelah ia mengatakan kata-kata yang lain.

Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata:"Ajarilah orang-orang yang sakarat untuk mengucapkan "tiada Tuhan selain Allah" apabila ia telah mengatakannya maka tinggalkanlah ia." Menurut beberapa ulama',hal itu kerana jika talqin itu diulang-ulang maka syaitan akan memberatkan lidahnya hingga orang yang sakarat tersebut tidak kuasa untuk mengucapkannya,hingga hal itu dikhuatirkan akan menjadi sebab akhir hidupnya menjadi buruk.

Al Husain bin Isa bercerita bahawa ketika Ibnu Mubarak menjelang wafat maka beliau meminta kepada al-Husain:"Ajarkan aku "la ilaha illa Allah" dan jangan ulangi kecuali setelah aku mengatakan kata-kata yang lain."

Hal itu kerana maksud dari talqin adalah agar di hati manusia tidak ada hal lain kecuali kesaksian "tiada Tuhan selain Allah" ketika ia meninggal. Kerana yang dinilai dan dilihat oleh Allah SWT adalah apa yang terdapat dan terlintas di dalam hati manusia,dan itulah yang menyebabkan seorang hamba akan selamat.

Sedangkan gerakan lidah hanyalah merupakan terjemahan dari apa yang ada di dalam hatinya,kalau tidak,maka ucapan "la ilaha illallah" di lidah seorang yang sakarat tidak akan ada gunanya.

Menurut para sebahagaian ulama' terdahulu,bahawa untuk seorang yang pintar dan 'alim,cukuplah disebutkan dan dibacakan baginya hadis tentang talqin.Hanya Allah SWT jugalah yang lebih mengetahui.

*****

Mohamed El Baradei Presiden Mesir?

Para aktivis yang umumnya anak-anak muda, mereka menunjukkan kekuatan, di tengah hari, menjelang Jum'at, 19 Februari, mereka membawa bendera dan gambar El Baradei, ketika pemenang hadiah Nobel itu menjejakkan kakiknya di bandara internasional Cairo. Para aktivis yang terdiri dari anak-anak muda, mereka mendeklarasikan El Baradei calon 'Presiden Mesir'.
Mohamed El Baradei pernah menduduki posisi yang sangat penting sebagai Kepala IAEA (International Atomic Energy Atomic Agency) badan di PBB. Sekarang mendapatkan dukungan kalangan oposisi untuk menggantikan Hosni Mubarak. Kalangan oposisi termasuk Ikhwanul Muslimin mendukung El Baradei untuk menjadi calon presiden Mesir, menggantikan Mubarak.
Rakyat Mesir memasuki tahap akhir perjuangan mereka yang akan mengakhiri rezim diktator Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun. Mubarak yang sudah 'gaek', dan berumur 81 tahun, sesudah pemilu parlemen yang lalu, yang dimenangkan NDP, masih menginginkan kembali ke tapuk kekuasaannya, pada pemilihan 2011 ini.
Mubarak belum memberikan kejelasan apakah anaknya Gamal, yang menggantikannya ketika ia berhalangan. Tetapi, Gamal sekarang sudah melarikan diri ke London. Tetapi, gagasan Mubarak yang ingin menjadi negeri yang berpenduduk 80 juta berjalan seperti monarkhi ini, mendapatkan tantangan yang keras dari kalangan oposisi.
Mohamed El Baradei di nilai figur yang independen, yang bisa diterima semua kalangan, kalangan liberal, partai-partai oposisi, dan kalangan Islamlis, termasuk Ikhwanul Muslimin. Menurut Baha' Ahmed, yang seorang ahli pharmasi, mengatakan, "Rakyat berbagai kalangan mendukungnya, seluruh Mesir, El Baradei politiknya sangat independen", ucap Baha' Ahmed.
Orang-orang datang menjelang malam yang memberikan dukungan kepada El Baradei, dan mengutuk Mubarak. Mereka mendukung tokoh yang pernah menjadi diplomat itu, dan mendapatkan hadiah Nobel, dan sekarang menjadi pemimpin oposisi Mesir untuk menggantikan Mubarak. "Kami mencintai Mesir, tetapi menentang pemerintah. Percaya kepada saya, semua rakyat Mesir memusuhi Mubarak", ucap Ayman Helman, seorang manager perusahaan di Cairo. "Mesir mempunyai 1.000 alternatif. Dan El Baradei diantaranya", tambahnya.
El Baradei pernah bekerja sebagai pengawas senjata nuklir selama 12 tahun, dan tinggal di Wina, berhadapan dengan pemerintahan Bush, berkaitan dengan isu nuklir Irak, ketika AS melakukan invasi ke Irak tahun 2003. Tahun 2005, El Baradei mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian atas jasanya dalam rangka pengurangan senjata nuklir.
Tetapi, apakah nanti El Baradei akan bisa sampai ke puncak kekuasaan di Mesir sebagai Presiden? Semuanya masih bergulat menghadapi rezim Mubarak, yang mencoba terus bertahan menghadapi gerakan rakyat yang menginginkan perubahan. (m/tm)

‘Najib lied about Rosmah’s FLOM’

FMT Staff
An opposition MP claims that Najib Tun Razak lied to the Dewan Rakyat on the existence of FLOM.
PETALING JAYA:  The existence of a full-fledged First Lady of Malaysia (FLOM) division  in the Prime Minister’s Office (PMO) proves that Najib Tun Razak lied to the Dewan Rakyat when he said his wife Rosmah Mansor had no staff of her own, opposition Member of Parliament Teresa Kok said today.
“The prime minister lied to the Dewan Rakyat in November 2010 when in his parliamentary answer to Bukit Bendera (MP Liew Chin Ton), he said that there are no full-time staff or contract staff specially assigned to his wife, Rosmah Mansor.
“Najib’s statement has now been proven to be a pack of lies with the discovery that there exists a “FLOM division” in the Prime Minister’s Office dedicated to serving Rosmah as evidenced by the PMO’s very own staff directory web page.
“The fact that the web page was suddenly removed two to three days ago upon being criticised by the public makes the existence of this division all the more suspicious,” said Kok, the Seputeh MP, in a statement.
FMT yesterday in a report revealed that the FLOM division indeed existed as a full-fledged unit.
It has six staff members and enjoys the same in stature as the PMO’s Media Division, Policy and Research Division, and SMPKE (Chief Executive Information and Management System) – an ICT Division.
FLOM is even larger than the Economy Division which is supposedly of prime importance to Najib.
“With this revelation, Najib must immediately come clean on why he lied, admit his guilt and bear full responsibility for misleading the Dewan Rakyat and all Malaysians in one swoop.
“Rosmah must also explain to the public why she has stood silent and allowed Najib’s lie to proceed, making her complicit to his deceitfulness,” she said.
Kok added that Najib, as Prime Minister, and Rosmah  must both be held to the highest standards of integrity if they are to lead Malaysia and represent Malaysia on the world stage.
“Our country’s reputation and our children’s future are at stake. I urge all Malaysians to hold Najib  and Rosmah  accountable to all their misdeeds until the full force of justice falls upon them,” she added.

The Economist: Najib perlu mandat besar ‘buang puak’ halang pembaharuan


Oleh Shannon Teoh

Najib Razak

KUALA LUMPUR, 28 Jan — Langkah mengembalikan majoriti dua pertiga Barisan Nasional (BN) di Parlimen akan membolehkan Datuk Seri Najib Razak “membersihkan golongan lama” yang dilihat menjadi penghalang kepada idea-idea pembaharuan beliau mahu perkenalkan, kata The Economist.
Dalam edisi terbarunya, The Economist menyebut, bagi sesetengah pihak dalam partinya dan juga perkhidmatan awam, yang majoritinya orang Melayu, Najib bergerak dengan begitu pantas, malah ada yang menganggapnya “menuju arah yang salah” menerusi rancangannya memperkenalkan meritokrasi.
Laporan itu juga mendakwa ramai anggota Kabinetnya juga tidak menyokong pelan pembaharuan Najib.
Justeru Najib, yang menggantikan Tun Abdullah Ahmad Badawi yang berhenti selepas kesan tsunami politik pada pilihan raya umum 2008, kemungkinan memanggil pilihan raya baru seawal Mac, dua tahun sebelum tempoh kerajaan berakhir bagi mendapatkan mandat untuk berhadapan dengan golongan yang menjadi penghalang kepada hala tuju pentadbiranya.
“Najib perlu menang besar untuk meyakinkan pihak yang skeptik, sekurang-kurangnya mengembalikan majoriti dua pertiga BN.
“Jika beliau mampu berbuat demikian, maka beliau boleh membersihkan golongan lama Umno,” katanya lagi.
Maka hanya dengan itu sahaja Najib boleh melaksanakan idea-idea pemodenan yang menurutnya boleh membawa perubahan kepada negara ini, lapor The Economist.
Ia menambah, beberapa projek yang diumumkan awal tahun ini di bawah Program Transformasi Ekonomi (ETP) adalah sebahagian daripada strategi untuk memenangi pilihan raya umum tergempar.
The Economist menulis, Najib yang juga presiden Umno bersetuju dengan mereka yang berhujah bahawa aspek kuota dan tindakan afirmatif untuk membantu orang Melayu adalah tindakan tidak berproduktif.
Kata laporan itu, salah satu kesannya ialah menyebabkan aliran keluar golongan cerdik masyarakat Cina dan pada masa yang sama ekonomi negara berhadapan dengan kehilangan aspek kemahiran keusahawanan mereka.
ETP yang meletakkan sasaran untuk menggandakan pendapatan per kapita negara menjelang 2020 berjanji untuk “memperkenalkan satu masyarakat meritokrasi,” kata The Economist lagi.
“Mengambil kira beliau seorang ahli politik yang berhati-hati, beliau membawa mesejnya dengan janji tidak akan memansuhkan kesemua hak kaum Bumiputera,” katanya.
The Economist juga menarik perhatian, dasar-dasar pembaharuan yang dibawa Najib digerakkan oleh badan-badan yang diwujudkan dalam lingkungan Pejabat Perdana Menteri itu sendiri berbanding kementerian-kementerian lain yang relevan, satu petunjuk bahawa Kabinet yang berteraskan kepimpinan Umno tidak ‘menerima’ idea-idea negara yang lebih bertunjangkan unsur meritokrasi.
Tulisan itu juga mendakwa, partinya dan birokrasi kerajaannya juga tidak bersetuju dengan langkah perdana menteri ke arah sistem meritokrasi dan Najib terpaksa berhadapan dengan Perkasa, pertubuhan bukan kerajaan yang memdakwa membela kepentingan orang Melayu dari dalam Umno sendiri.
“Dalam pilihan raya umum akan datang, kata seorang bekas penasihat Najib, akan menjadi gambaran karakternya. Ia akan menjadi ujian keupayaan Najib untuk memperkukuhkan agenda beliau dalam parti sendiri dan kerajaan selain berhadapan dengan tentangan daripada pembangkang,” kata The Economist, yang merujuk kepada pendirian Pakatan Rakyat pimpinan Datuk Seri Anwar Ibrahim.
Najib mengambil alih kepimpinan Umno dan jawatan perdana menteri daripada Abdullah awal 2009 — setahun selepas BN hilang majoriti dua pertiga dan lima kerajaan negeri pada pilihan raya umum Mac 2008.(minsider)

Najib Takut Bayang-bayang:Desak Saudi siasat pemberi dana Anwar

Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak pada tahun lalu telah dilaporkan memberi tekanan kepada Arab Saudi bagi menyiasat dakwaan bahawa Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim ada menerima dana dari negara teluk untuk kempen pada pilihan raya umum akan datang.

Menurut stesen berita antarabangsa, CNN - yang telah melihat laporan rahsia dari siasatan Arab Saudi itu - menunjukkan tiada bukti menunjukkan adanya tokoh-tokoh negara teluk membiayai Anwar.

azlanNajib didakwa mengadu kepada kerajaan Arab Saudi, kononnya dua putera kanan negara itu terbabit dengan pemberian dana berkenaan.

"Tidak ada bukti pegawai Saudi yang pernah menyokong Anwar Ibrahim" dan "dakwaan sokongan dari keluarga diraja Saudi yang disebutkan dalam laporan awal [nama dihapuskan] adalah tanpa asas,” kata CNN yang membuat ringkasan daripada sembilan mukasurat laporan rahsia berkenaan.

Tidak terkejut

Dalam reaksi segera, Anwar berkata tindakan itu menunjukkan bahawa Najib takut berdepan dengannya menjelang pilihan raya umum, yang dijangka akan diadakan pada akhir tahun ini atau selewat-lewatnya pada tahun 2012.

NONE"Saya tidak terkejut bahawa perdana menteri akan pergi sejauh luar negara, bukan untuk tujuanmenarik pelaburan asing, tetapi sanggup singgah untuk memfitnah saya," kata Anwar mengulas laporan CNN itu.

Katanya, Najib begitu gentar dengan Pakatan Rakyat sehinggakan tidak berani menyahut cabarannya untuk berdebat secara terbuka mengenai dasar ekonomi negara.

"Laporan ini menyerlahkan ketakutan serta rekayasa Dato' Seri Najib untuk menyekat kemaraan Pakatan Rakyat yang setiap hari berusaha membina dokongan rakyat terhadap usaha kami demi menyelamatkan Malaysia dari segala kepincangan yang disebabkan oleh kelemahan mentadbir pimpinan negara serta ketirisan akibat darirasuah yang semakin membarah," katanya.
Najib takut
azlanMenurut Anwar lagi, kehadiran Buku Jingga, sebuah dokumen yang mengandungi hasrat serta saranan Pakatan Rakyat demi menyelamatkan Malaysia dari terus parah akibat kerakusan dan ketidakcekapan pimpinan Umno-BN, memunculkan rasa takut Najib.

"Beliau sedar dokumen tersebut mendobrak ilusi upaya pemulihan yang didendangkan Umno-BN kepada rakyat. Presiden Umno itu pastinya tahu rakyat tidak akan menerima bulat-bulat pengumuman demi pengumuman yang digarap semata-mata memenuhi maksud iklan.”
Anwar sebelum ini telah dituduh oleh musuh-musuhnya mempunyai hubungan dengan badan pemikir Institute of Islamic Thought (IIIT) yang berpangkalan di Amerika. Pertubuhan itu juga dengan pertubuhan Muslim Brotherhood atau Muslim Ikhwanul yang didakwa membiayai rangkaian pengganas di seluruh dunia.

Anwar pernah menjadi ahli lembaga pengarah IIIT. Pertubuhan ini pernah diserbu dan digelidah oleh oleh FBI pada tahun 2002 kerana disyaki membiayai rangkaian pengganas, tetapi tidak ada dakwaan yang dikenakan ke atas mereka.

al qaeda fighterMenurut CNN, sebaliknya siasatan yang dijalankan kerajaan Arab Saudi menjumpai "sesuatu yang sangat berbeza - dan lebih membimbangkan".

Mereka menemui ratusan dolar wang Saudi yang telah disalurkan kepada ahli politikIslam yang terkemuka dan aktivis politik luar negeri, kata CNN.

"Ia juga mendapati bahawa al-Qaeda danTaliban masih boleh menggunakan Arab Saudi untuk penggalangan dana, walau pelbagai tindakan diambil bagi menyekat aliran tunai berkenaan.”(mkini)

Rezim Diktator Mubarak Akan Tumbang


Jumat, 28/01/2011
Peraih hadiah Nobel Mohamed El Baradei, pemimpin oposisi Mesir, menyatakan akan memimpin langsung aksi penggulingan rezim diktator Mubarak, yang sudah berkuasa lebih 30 tahun.
El Baradei yang pernah mengepalai komisi IAEA di bawah PBB itu, usai shalat Jum'at akan berpartisipasi dalam aksi yang digalang berbagai kalangan oposisi di Mesir untuk menggulingkan rezim Mubarak.
Ikhwanul Muslimin yang merupakan kekuatan oposisi terbesar di Mesir hari Jum'at ini juga akan turun untuk mengambil bagian dalam aksi mengakhiri pemerintahan Mubarak. Bersatunya kekuatasn oposisi Mesir menghadapi rezim Mubarak, memberikan peluang bagi pengakhiran kekuasaan Mubarak.
Lebih 1.000 orang telah ditangkap aparat militer Mesir, yang bertujuan ingin mengakhiri rezim Mubarak. Sejauh ini tidak ada pengaruh atas tindakan repressif yang dilakakukan aparat militer Mesir terhadap kelompok-kelompok yang memang mereka ingin menggulingkan pemerintah diktator Mubarak.
Aksi menentang kekuasaan Mubarak ini telah menyebar diberbagai kota di Mesir, seperti Cairo, Suez, dan Alexandria. Puluhan orang terluka ketika bentrok dengan aparat keamanan Kamis, malam. Kalangan oposisi sudah tidak sabar lagi terhadap Mubarak, yang menjadi kaki tangan Israel dan AS.
Semalam aksi menentang terus berlangsung, dan di kota Suez terjadi bentrok, yang sangat brutal antara para pengunjuk rasa dengan aparat keamanan Mesir, dan Mubarak mengerahkan seluruh kekuatan militer dan polisi untuk menghadapi aksi yang digalang kalangan oposisi.
Semantara itu, Dubes AS di Mesir Margaret Scoby telah membentuk 'task force' yang akan terus mengikuti perkembangan situasi di Mesir, dan melakukan kontak dengan sejumlah oposisi di negeri Spinx itu.
Sejauh ini menurut informasi yang sampai ke media, Scoby juga telah melakukan komunikasi dengan Sekjen NDP, Safwat el-Shahrif, mendorong agar Mubarak mengundurkan diri dari kekuasaan.
Hari Jum'at akan menentukan nasib Mubarak selanjutnya. Rezim diktator yang sudah berkuasa lebih 30 tahun, memasuki hari-hari kekuasaannya. (m/aljz)(eramuslim)