Wednesday, December 12, 2012

Serangan 8 hari Israel: Keajaiban, jumlah kelahiran lebih tinggi berbanding mati syahid

Subhanallah!

Pencerobohan lapan hari Zionist Israel ke Jalur Gaza bulan lalu mencatat seramai 1197 bayi lahir di Gaza dilaporkan oleh Mi'raj News Agency (MINA) dari Gaza, Selasa (11/12).

Korban dari pihak Gaza tercatat seramai 156 Syahid. Sebahagian besarnya adalah kanak-kanak dan wanita. Namun pada masa yang sama seramai 1197 bayi dilahirkan dengan selamat di Semenanjung Gaza,

Pentadbiran Urusan Awam di Kementerian Dalam Negeri Gaza mengeluarkan statistik yang menyatakan jumlah bayi yang lahir di Semenanjung Gaza selama lapan hari serangan Israel mencapai 1197 bayi iaitu 592 lelaki dan 605 perempuan.

Gaza city mencatat 421 kelahiran, sementara Khan Younis lebih dari 300 kelahiran, Gaza Utara mencatat 197, Gaza Tengah 163, dan Rafah 151 kelahiran.

Statistik mencatat, sejak bulan November lalu, ada 4.110 bayi lahir, yang terdiri dari 2.082 laki-laki dan 2.028 wanita dengan rata-rata 137 kelahiran perhari.

Sementara UNICEF melaporkan, lebih dari 50 mangsa akibat keganasan   Israel selama lapan hari itu adalah anak-anak.

Ini juga berlaku semasa operasi Cast Lead 2009 lalu iaitu daripada 4000 wanita hamil, 3500 di antaranya telah melahirkan bayi mereka dengan selamat selama serangan Israel tersebut di Gaza.

Jumlah tersebut tentu cukup besar jika dibandingkan jumlah korban syahid yang dianggarkan mencapai 1300 jiwa.
Diterjemah dari sumber islampos

20 Sunnah yang dilupakan

(wartashubhi)
Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.

Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:


  1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya
    1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu.
    1. Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
  3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)
    1. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)
    2. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
    3. Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.
    4. Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.
  4. Shalat Istikharah.
    1. Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)
    2. Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah. 
  5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu.
    1. Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
    1. Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan
    1. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
  8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana
    1. Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
  9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya
    1. Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.
  10. Mengikuti Bacaan Muadzin
    1. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)
  11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.
    1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu
    1. Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin.
    2. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)
    3. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  13. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur
    1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)
  14. Meruqyah Diri Dan Keluarga
    1. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)
  15. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru
    1. Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi) 
  16. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil
    1. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
    2. Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)
  17. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)
    1. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke airdan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  18. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum
    1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
    2. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.
  19. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat
    1. Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
    2. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)
    3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.” Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara.
    4. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.
  20. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah
    1. Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)
    2. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari) 

Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah. Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.”
Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.
Redaktur: Abu Hafsah
Sumber: Kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan karya Syaikh Abdul Malik Bin Muhammad Bin Abdurrahman Al-Qasim
http://fimadani.com/perbuatan-sunnah-yang-jarang-dilakukan/

OOO Begitu Ceritanya!

Bom dari Deepak: SD 2 Bala sekat hal lebih besar

Harakahdaily, 12 Dis 2012
KUALA LUMPUR: Ahli perniagaan, Deepak Jaikishan (gambar) mendedahkan, penglibatan beliau untuk membuat akuan bersumpah kedua (SD 2) P Balasubramaniam bukan untuk menyelesaikan isu SD itu saja tetapi menyekat pendedahan yang lebih besar.

"Satu faction lagi dalam Umno yang tidak mahu Datuk Najib menjadi Perdana Menteri, mereka ada kepentingan mereka.

"Mereka sudah bersedia, salah seorang ahli kumpulan ini akan keluar dan berikan SD dan menceritakan siapa yang arahkan dia melakukan perbuatan kejam ini (pembunuh Altantuya) dan siapa yang mengarah orang itu. Ini sangat high level.

"Jadi objektif untuk tukar SD bukan kerana takut sangat dengan SD si Bala ni. Objektif utama besar dari itu.

"Mereka kena hentikan langkah seterusnya. Malam itu jugak kena siap, kena U-turn, kena tutup. Itulah yang masalah utamanya," cerita Deepak dalam sidang media khas dengan Harakah.

Deepak dalam sidang media kali ini menceritakan dengan jelas bagaimana beliau boleh terlibat dengan SD 2 yang dibuat oleh PI Bala ini.


Berikut adalah cerita penuh Deepak kepada Harakahdaily.

"Kalau boleh kita bincang secara terperinci bagaimana SD ini bermula.

Saya mendapat panggilan pada hari SD itu dibuat pada jam 6-7 malam. Saya dipanggil oleh Datin Rosmah Mansor melalui telefon.

Dia suruh saya cari jalan menyelesaikan masalah dia. Saya pernah jumpa dengan Bala satu dua kali sebelumm itu tetapi tidak kenal rapat dia.

Saya call kawan saya untuk cuba berjumpa dengan dia tetapi dia keberatan dan tidak mahu berjumpa.

Saya telefon Datin Seri dan berkata, ini susah dan tak nampak jalan penyelesaian benda ini. Sebelum inipun saya banyak bantu Datin mana-mana perkara yang dia perlukan. Saya cubalah kalau ada kawan.

Saya kata kepada Datin, hal ini bukan senang untuk diselesaikan. Dia pun minta saya "datang rumah sekarang dan jumpa suami saya. Biar Datuk Seri buat keputuan bagaimana".

Saya pergi ke rumah mereka. Datin dan Datuk tinggal di Sri Satria. Kadang-kadang dia orang duduk di Sri Duta dan kadang-kadang Sri Satria. Malam itu mereka duduk di Sri Satria.

Saya masuk rumah lebih kurang lapan lebih malam dan saya bercakap dengan Datuk Seri mengenai keadaan ini dan orang ini tidak mahu jumpa dan kata dia sudah buat SD yang benar dan dia tidak mahu berjumpa pun dengan saya. Saya tidak tahu bagaimana nak menyelesaikan benda inilah.

Pertama dia telefon satu lawyer. Lepas itu dia telefon adik dia, lawyer juga. Lepas bincang, dia minta saya agar mencari jalan untuk jumpa dia (Bala) dan cari jalan supaya dia setuju, untuk batalkan SD dia.

Saya telefon Bala, kita bincang atas telefon. Dia kata, dia nak jumpa Datuk Seri atau Datin Seri kalau nak dia menarik balik dia punya SD.

Dia pun jenis orang yang keras. Dia cakap dia tak tipu, apa yang dia letak dalam SD pertama semuanya benar.

Saya pun susahlah macamana dia nak jumpa Datuk Seri dan Datin Seri. Saya beritahu Datuk Seri, kita berada dalam suasana yang susah. Masa itu Datin Seri pun ada dalam bilik belakang, tingkat pertama. Dia nak jumpa Datuk Seri atau Datin Seri. No way lah, nak keluar masuk pun susah, ada bodyguard semua.

Datuk Seri propose (cadangkan) Datuk Nazim yang jumpa Bala. Saya bagi dia tahu, dia (Bala) cakap ok, boleh jumpa, tetapi dia nak bincang dengan saya sesuatu dulu.

Saya pergi ke Rawang di satu restoran Cina, duduk dengan dia dekat sana. Saya, dia, sepupu saya yang kenal dia dan seorang pegawai polis bekas D9 yang nama dia Suresh.

Bincang-bincang, dia kata kalau buat SD 2 dia takut, bagaimana dia nak protect dia dan famili. Saya kata, yang terbaik awak tinggalkan Malaysialah. Kita boleh uruskan kalau dia mahu. Kalau awak nak kekal di Malaysia, tak ada isulah sebab kerajaan bersama kamu.

Lepas itu kita bincang hal duitlah. Dia minta satu jumlah yang sangat besar dan saya tidak fikir saya boleh urus untuk dapatkannya. Saya hanya peniaga karpet bukan ada perniagaan bilion untuk keluarkan jumlah itukan. Saya kata, lebih baik awak cakap dengan Datuk Nazimlah.

Saya minta Datuk Nazim datang ke Rawang tetapi dia tidak mahu. Dia mahu kita pergi ke The Curve, dekat Mutiara Damansara.

Jadi kami pergi The Curve, ketika itu hari dah malam dah dekat jam 12 ke 1 pagi. Datuk Nazim bawa isteri dia sekali, isteri dia ketika itu sedang mengandung. Susahlah, isteri tak mahu tinggalkan suaminya.

Bala tak mahu bercakap dengan saya, dia mahu runding terus dengan mereka. Dia fikir kalau runding dengan saya, saya ada kuasa ke nak lindung dia, nak penuhkan permintaannya dari segi kewangan yang dia minta. Saya tak ada.

Dia bincang dengan Datuk Nazim, dia kata dia nak sejumlah wang, mahu dia dilindungi dan mahu meninggalkan negara ini. So dia (Nazim) promise (janji) dengan dialah tetapi kamu kena tukar SD itu.

Nazim kemudian telefon dan bincang dengan  abang dia, siapa yang akan siapkan SD.

Datuk Seri Najib pilih seorang peguam (nama disembunyikan sehingga pengesahan) dan anaknya untuk siapkan dokumen. Selepas itu kita pergi ke KL Hilton, saya ambil bilik untuk Bala sementara peguam siapkan SD. Mereka terus berkomunikasi antara adik dan dia serta peguam semua, apa yang nak dimasukkan ke dalam SD dan sebagainya.

Selepas itu, peguam datang ke KL Hilton ke bilik dan duduk. Siapkan laptop dia dan bincang semua. Siapkan versi terakhir dan Bala tandatangan malam itu.

Kemudian mereka nak buat sidang media. Bila nak buat PC, saya tak kenal siapa-siapa masa tu, saya low profile. Jadi saya hubungi Ketua Setiausaha Datuk Najib, you kena uruskan sebab saya tidak tahu siapa yang hendak di bawa, mainstrem ke, internet ke, saya tidak kenal siapa-siapa.

Last minute, peguam tidak mahu bersama Bala dan tidak mahu nama dia ada di situ. Saya kena hubungi kawan saya, yang juga peguam, tetapi dia tidak terlibat dengan hal itu. Saya kata, awak hanya datang dan duduk dengan Bala. Bala pun masa itu sangat tertekan.

Peguam saya pergi bersama dengan Bala, mereka pergi ke Prince Hotel kira jam 9 - 10 pagi. Pergi Prince Hotel dan umumkan SD yang telah disiapkan malam itu. Peguam saya bernama Arulapalam tetapi dia tidak terlibat dalam membuat SD itu, dia seorang peguam yang senior. Itu
yang berlaku. Objektifnya mahu pusing (riverse) SD Bala.

Banyak orang fikir, dia mahu menukar SD yang Bala bagi, tetapi sebenarnya ia lebih dari itu. Sebab utama SD itu, seorang yang terlibat dalam kes itu, kes Altantuya, telah  bersetuju untuk memberitahu cerita sebenar. Opposition side mahu mempastikan cerita sebenarlah.

Tetapi satu faction lagi dalam Umno yang tidak mahu Datuk Najib menjadi Perdana Menteri, mereka ada kepentingan mereka. Mereka sudah bersedia, salah seorang ahli kumpulan ini akan keluar dan berikan SD dan menceritakan siapa yang arahkan dia melakukan perbuatan kejam ini dan siapa yang mengarah orang itu. Ini sangat high level.

Jadi objektif untuk tukar SD bukan kerana takut sangat dengan SD si Bala ni. Objektif utama besar dari itu. Mereka kena hentikan langkah seterusnya. Malam itu jugak kena siap, kena U-turn, kena tutup. Itulah yang masalah utamanya.

Banyak orang melihat SD 1, SD 2. Sebenarnya tidak ada kena mengena SD 1 atau SD 2 atau 3. Yang utama adalah kebenaran yang akan keluar, seorang yang terlibat secara langsung, direct involve, dia nak datang nak buat SD menyatakan siapakah yang arahkan dia dan orang itu diarahkan oleh siapa. Ini yang utama dan sesuatu yang sangat serius.

Selepas kes Bala, saya telah dipanggil oleh SPRM dan siasat tetapi SPRM lebih berminat untuk tutup hal itu. Mereka tahu kebenaran seluruhnya tetapi mereka mahu tutup. Jadi tidak ada tindakanlah. Sebab itu kes tutup.

Saya minta, SPRM buka balik penyiasatan kes ini, dedahkan kebenaran, jelaskan apa sebenarnya berlaku. Mengapa perkara ini dibiarkan saja dengan cara ini dan asas kenapa kes ini ditutup.

Saya yakin dalam SPRM mesti ada orang yang baik. Tidak mungkin semua orang nak dengar cakap sepasang suami isteri, kita ada 28 juta manusia kat Malaysia, kenapa tidak nak dengan pandangan sepasang suami isteri sahaja. Bertindak untuk kebenaran tak salah.

Jadi saya minta SPRM dan polis siasat perkara sebenar-benarnya. IGP sekarang atau IGP sebelum ini, sesiapapun, biarlah kebenaran keluar.

Sekurang-kurangnya kita menghormati pihak penguatkuasa kita menjalankan tugas bukan mengikut arahan sepasang suami isteri sahaja. Negara ini lebih dari itu. Itu saja."

Tuesday, December 11, 2012

Bagaimana PM? Semuanya Telah Terburai!!!

Mat Zain: Kemarahan Musa hanya satu 'sandiwara'
Bekas ketua jabatan siasatan jenayah Kuala Lumpur Mat Zain Ibrahim berkata, kemarahan yang disuarakan bekas ketua polis negara Tan Sri Musa Hassan ke atas perdana menteri dan menteri dalam negeri baru-baru ini "hanyalah satu lagi sandiwara".

Mat Zain berkata, beliau pada mulanya berpendapat bahawa Musa sudah bertaubat dan mahu membawa pasukan itu kembali ke zaman kegemilangannnya.

NONE"Baru-baru ini, Musa membuat beberapa komen ke atas menteri kabinet dan pemimpin Umno, namun beliau  menegaskan bahawa tiada campur tangan dalam siasatan pembunuhan Altantuya Shaariibuu.

"Beliau juga berkata Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak tidak terlibat dan tiada konspirasi untuk mengenakan Anwar dalam kedua-dua kes Liiwat I dan II.

"Saya kemudiannnya sedar bahawa kemarahan Musa itu, atau apa sahaja yang anda mahu panggil, hanya satu lagi sandiwara," katanya.

Beliau mendakwa, Musa hanya berpura-pura menentang pemimpin tertinggi dalam kabinet dan dalam Umno, namun sebenarnya melindungi individu tertentu – terutamanya peguam negara Tan Sri Abdul Gani Patail.

Musa perlu sedar bahawa kejujuran seseorang itu bukan perkara yang sukar untuk diuji, katanya.


Musa minta Ramli perjelas 'kekayaan'
Bekas ketua polis negara Tan Sri Musa Hassan hari ini menggesa Datuk Ramli Yusuff supaya menjelaskan bagaimana bekas pengarah jabatan siasatan jenayah komersial itu "mengumpul kekayaan yang besar" semasa berkhidmat.

NONE"Beliau harus menjawab. Bagaimana dia boleh memperolehi kekayaan yang besar ketika dia masih dalam pasukan (polis)?

"Saya tidak mempunyai kekayaan sebesar itu. Beliau perlu menjawab," dakwa Musa dalam satu sidang media di Petaling Jaya hari ini.

Beliau berkata demikian sebagai menjawab soalan yang diajukan seorang penulis blog pro-Umno yang dikenali dengan nama Bigdog.

Dalam tulisan blog itu, Bigdog mendakwa Ramli memfailkan satu  pengisytiharan pada 4 September 2007 yang menyenaraikan 52 aset yang bernilai lebih RM8 juta termasuk sebuah kondominium di Residence Pavilion bernilai RM1.1 juta.

Ramli sebelum ini mendakwa Musa menyalahgunakan kuasanya untuk melindungi seorang ketua kongsi gelap Johor, Goh Cheng Poh atau Tengku Goh.
Musa dakwa KSU kementerian juga campur tangan
Bekas ketua polis negara Tan Sri Musa Hassan hari ini tampil dengan dakwaan baru bahawa ketua setiausaha kementerian dalam negeri Datuk Abdul Rahim Mohamad Radzi turut campur tangan dalam hal ehwal polis.
Tanpa menamakan Abdul Rahim, Musa mendakwa setiausaha agung kementerian itu memberi arahan terus kepada pegawai polis tertentu, yang menurutnya menyebabkan pasukan itu keliru dalam mengikut arahan.

Musa mendakwa Abdul Rahim mengeluarkan arahan supaya pegawai polis berkenaan memberi laoran kepadanya.

Katanya lagi, pegawai berkenaan kemudiannya mengadu kepadanya kerana keliru.

Musa berkata demikian dalam satu sidang media di sebuah hotel di Petaling Jaya anjuran Pasukan Bertindak Pemantau Jenayah Malaysia (MyWatch) - sebuah NGO yang dinaunginya.

Ketika ditanya, Musa berkata ketua setiausaha kementerian yang dimaksudkannya itu adalah yang sedang berkhidmat pada masa ini.

Musa pada bulan lalu mendakwa Hishammuddin campur tangan dalam urusan polis dan memberi arahan kepada pegawai polis bawahan dan seorang ketua polis daerah semasa perkhidmatan bekas ketua polis negara itu.

Musa berkata kerajaan tidak memberi sebarang maklum balas berhubung dakwaannya ke atas Hishammuddin, dan usaha MyWatch untuk bertemu ketua polis negara Tan Sri Ismail Omar juga menurutnya tidak dilayan.
Musa dakwa pegawai polis dilucut jawatan kerana Phang
Bekas ketua polis negara Tan Sri Musa Hassan mendakwa bekas anggota panel penasihat Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia, Tan Sri Robert Phang pernah mengugut seorang pengawai tinggi polis dan menyebabkan pegawai berkenaan dilucutkan jawatan.
Musa berkata, pegawai polis berpangkat Datuk dan memegang ijazah PhD itu enggan memenuhi permintaan untuk mentauliah satu projek jutaan ringgit kepada satu syarikat melibatkan Phang pada 2009.

Pegawai itu kemudiannya ditukarkan ke ibu pejabat polis Bukit Aman, Kuala Lumpur oleh ketua polis negara Tan Sri Ismail Omar.

Musa berkata demikian ketika diminta mengulas dakwaan Phang dalam satu sidang media anjuran NGO yang dikenali dengan nama Pasukan Bertindak Pemantau Jenayah Malaysia (MyWatch), yang dinaunginya.

Beliau mendakwa Phang, yang merupakan penasihat bebas Motorola Technology Sdn Bhd, memperolehi projek untuk syarikat tersebut berhubung naiktaraf sistem telekomunikasi polis kepada sistem digital pada 2009.

Musa mendakwa, beliau diberitahu sumber bahawa polis diminta mentauliah projek berkenaan apabila siap memandangkan syarikat berkenaan tidak akan dibayar sekiranya ia tidak ditauliah.

"Jadi dia minta pegawai polis untuk tauliah, tapi pegawai itu menolak kerana ia tidak siap. Dia ugut pegawai itu dan berkata jika dia enggan (tauliah sistem berkenaan) dia akan ditukarkan," dakwanya.

Ismail juga meminta pegawai berkenaan menandatangani dokumen untuk mentauliah sistem berkenaan, tetapi pegawai tersebut tetap berkeras, dakwanya lagi.

Beliau seterusnya mendakwa, pegawai berkenaan kemudiannya ditukarkan dalam tempoh 24 jam.