Saturday, January 29, 2011

Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan: Kita Bertanya, Al-Qur’an Menjawabnya

Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan: Kita Bertanya, Al-Qur’an Menjawabnya
Oleh Saif Al Battar
Pertanyaan yang selalu saja ada dibenak fikiran kita kadang membuat kita sering tidak sabar menghadapi hidup ini, diantara pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam kehidupan ini adalah;  KENAPA AKU DIUJI?,  KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?, KENAPA UJIAN SEBERAT INI?, KENAPA SELEMAH INI?, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?, APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?, KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?,  AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!! Dsb..
Lalu apa solusinya? Banyak orang yang menghabiskan wangnya hanya untuk membeli sebuah kebahagiaan, sebuah kebahagian sejatinya tidak akan bisa dibeli kecuali dicari oleh yang menginginkan kebahagiaan. Adapula yang ingin lari dari ujian hidup dengan cara mengakhirinya, seperti yang kita lihat, banyak manusia-manusia yang bunuh diri dengan sia-sia, karena frustasi akibat cinta, kemiskinan, tamak dan gila, nauuzhubillah...dan persoalan-persoalan ini tidak cukup untuk diuraikan oleh lembaran-lembaran kertas dan ukiran pena, Masya Allah...

 Solusinya adalah...


Kembali kepada Al Qur'an, disana ada jawaban dan solusi terbaik dari Sang Pencipta kita, Allah Jalla wa'alaa, Dialah sebaik-baik tempat meminta dan kembali...Subhanallah...

Mari kita mulai untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan kehidupan ini...

Bismillah.....


KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -(QS Al-Ankabut ayat 2-3)

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - (QS Al-Baqarah ayat 216)

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

 AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."- (QS Al-Baqarah ayat 286)

KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - (QS Al-Imran ayat 139)

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

  "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." - (QS. Al-Imran ayat 200)

KITA BERTANYA LAGI : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - (QS Al-Baqarah ayat 45)

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ? - (QS At-Taubah ayat 111)

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - (QS At-Taubah ayat 129)

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!

AL-QUR'AN MENJAWAB:


 "... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - (QS Yusuf ayat 12)


Kita selalu Bertanya....................dan Al-Quran sudah menjawabnya.................

 Wallahu a'lam bish showab...


Your Brother,
Muhammad Jibriel Abdul Rahman

(arrahmah)

Friday, January 28, 2011

Tazkirah ingatkan Mati: Bab 9

#MELAFAZKAN "LAILAHA ILLALLAH" KEPADA ORANG YANG BERADA DALAM DETIK-DETIK KEMATIANNYA.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri ra beliau berkata:

Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ajarilah orang yang menghadapi kematian kalaimat "La Ilaha Illallah (Tiada Tuhan selain Allah)."

Hal ini dianjurkan agar akhir perkataan orang yang mati adalah kesaksian bahawa tiada Tuhan selain Allah SWT dan ia mengakhiri hidupnya dengan bahagia,hingga ia masuk dalam kategori seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:

Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah "Tiada Tuhan selain Allah SWT" maka ia akan masuk syurga.

Bukankah saudara-saudara telah mengetahui bahawa dengan mengajarkan dan mendiktekkan syahadat kepada orang yang sakarat juga merupakan ucapan selamat datang untuknya, dan merupakan pertolongan kita untuknya dalam menghadapi syaitan yang muncul ketika sakarat untuk menghancurkan akidahnya,dan apabila orang yang sakarat tersebut telah mengatakannya sekali,maka talqinnya jangan diulangi kecuali setelah ia mengatakan kata-kata yang lain.

Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata:"Ajarilah orang-orang yang sakarat untuk mengucapkan "tiada Tuhan selain Allah" apabila ia telah mengatakannya maka tinggalkanlah ia." Menurut beberapa ulama',hal itu kerana jika talqin itu diulang-ulang maka syaitan akan memberatkan lidahnya hingga orang yang sakarat tersebut tidak kuasa untuk mengucapkannya,hingga hal itu dikhuatirkan akan menjadi sebab akhir hidupnya menjadi buruk.

Al Husain bin Isa bercerita bahawa ketika Ibnu Mubarak menjelang wafat maka beliau meminta kepada al-Husain:"Ajarkan aku "la ilaha illa Allah" dan jangan ulangi kecuali setelah aku mengatakan kata-kata yang lain."

Hal itu kerana maksud dari talqin adalah agar di hati manusia tidak ada hal lain kecuali kesaksian "tiada Tuhan selain Allah" ketika ia meninggal. Kerana yang dinilai dan dilihat oleh Allah SWT adalah apa yang terdapat dan terlintas di dalam hati manusia,dan itulah yang menyebabkan seorang hamba akan selamat.

Sedangkan gerakan lidah hanyalah merupakan terjemahan dari apa yang ada di dalam hatinya,kalau tidak,maka ucapan "la ilaha illallah" di lidah seorang yang sakarat tidak akan ada gunanya.

Menurut para sebahagaian ulama' terdahulu,bahawa untuk seorang yang pintar dan 'alim,cukuplah disebutkan dan dibacakan baginya hadis tentang talqin.Hanya Allah SWT jugalah yang lebih mengetahui.

*****

Mohamed El Baradei Presiden Mesir?

Para aktivis yang umumnya anak-anak muda, mereka menunjukkan kekuatan, di tengah hari, menjelang Jum'at, 19 Februari, mereka membawa bendera dan gambar El Baradei, ketika pemenang hadiah Nobel itu menjejakkan kakiknya di bandara internasional Cairo. Para aktivis yang terdiri dari anak-anak muda, mereka mendeklarasikan El Baradei calon 'Presiden Mesir'.
Mohamed El Baradei pernah menduduki posisi yang sangat penting sebagai Kepala IAEA (International Atomic Energy Atomic Agency) badan di PBB. Sekarang mendapatkan dukungan kalangan oposisi untuk menggantikan Hosni Mubarak. Kalangan oposisi termasuk Ikhwanul Muslimin mendukung El Baradei untuk menjadi calon presiden Mesir, menggantikan Mubarak.
Rakyat Mesir memasuki tahap akhir perjuangan mereka yang akan mengakhiri rezim diktator Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun. Mubarak yang sudah 'gaek', dan berumur 81 tahun, sesudah pemilu parlemen yang lalu, yang dimenangkan NDP, masih menginginkan kembali ke tapuk kekuasaannya, pada pemilihan 2011 ini.
Mubarak belum memberikan kejelasan apakah anaknya Gamal, yang menggantikannya ketika ia berhalangan. Tetapi, Gamal sekarang sudah melarikan diri ke London. Tetapi, gagasan Mubarak yang ingin menjadi negeri yang berpenduduk 80 juta berjalan seperti monarkhi ini, mendapatkan tantangan yang keras dari kalangan oposisi.
Mohamed El Baradei di nilai figur yang independen, yang bisa diterima semua kalangan, kalangan liberal, partai-partai oposisi, dan kalangan Islamlis, termasuk Ikhwanul Muslimin. Menurut Baha' Ahmed, yang seorang ahli pharmasi, mengatakan, "Rakyat berbagai kalangan mendukungnya, seluruh Mesir, El Baradei politiknya sangat independen", ucap Baha' Ahmed.
Orang-orang datang menjelang malam yang memberikan dukungan kepada El Baradei, dan mengutuk Mubarak. Mereka mendukung tokoh yang pernah menjadi diplomat itu, dan mendapatkan hadiah Nobel, dan sekarang menjadi pemimpin oposisi Mesir untuk menggantikan Mubarak. "Kami mencintai Mesir, tetapi menentang pemerintah. Percaya kepada saya, semua rakyat Mesir memusuhi Mubarak", ucap Ayman Helman, seorang manager perusahaan di Cairo. "Mesir mempunyai 1.000 alternatif. Dan El Baradei diantaranya", tambahnya.
El Baradei pernah bekerja sebagai pengawas senjata nuklir selama 12 tahun, dan tinggal di Wina, berhadapan dengan pemerintahan Bush, berkaitan dengan isu nuklir Irak, ketika AS melakukan invasi ke Irak tahun 2003. Tahun 2005, El Baradei mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian atas jasanya dalam rangka pengurangan senjata nuklir.
Tetapi, apakah nanti El Baradei akan bisa sampai ke puncak kekuasaan di Mesir sebagai Presiden? Semuanya masih bergulat menghadapi rezim Mubarak, yang mencoba terus bertahan menghadapi gerakan rakyat yang menginginkan perubahan. (m/tm)

‘Najib lied about Rosmah’s FLOM’

FMT Staff
An opposition MP claims that Najib Tun Razak lied to the Dewan Rakyat on the existence of FLOM.
PETALING JAYA:  The existence of a full-fledged First Lady of Malaysia (FLOM) division  in the Prime Minister’s Office (PMO) proves that Najib Tun Razak lied to the Dewan Rakyat when he said his wife Rosmah Mansor had no staff of her own, opposition Member of Parliament Teresa Kok said today.
“The prime minister lied to the Dewan Rakyat in November 2010 when in his parliamentary answer to Bukit Bendera (MP Liew Chin Ton), he said that there are no full-time staff or contract staff specially assigned to his wife, Rosmah Mansor.
“Najib’s statement has now been proven to be a pack of lies with the discovery that there exists a “FLOM division” in the Prime Minister’s Office dedicated to serving Rosmah as evidenced by the PMO’s very own staff directory web page.
“The fact that the web page was suddenly removed two to three days ago upon being criticised by the public makes the existence of this division all the more suspicious,” said Kok, the Seputeh MP, in a statement.
FMT yesterday in a report revealed that the FLOM division indeed existed as a full-fledged unit.
It has six staff members and enjoys the same in stature as the PMO’s Media Division, Policy and Research Division, and SMPKE (Chief Executive Information and Management System) – an ICT Division.
FLOM is even larger than the Economy Division which is supposedly of prime importance to Najib.
“With this revelation, Najib must immediately come clean on why he lied, admit his guilt and bear full responsibility for misleading the Dewan Rakyat and all Malaysians in one swoop.
“Rosmah must also explain to the public why she has stood silent and allowed Najib’s lie to proceed, making her complicit to his deceitfulness,” she said.
Kok added that Najib, as Prime Minister, and Rosmah  must both be held to the highest standards of integrity if they are to lead Malaysia and represent Malaysia on the world stage.
“Our country’s reputation and our children’s future are at stake. I urge all Malaysians to hold Najib  and Rosmah  accountable to all their misdeeds until the full force of justice falls upon them,” she added.

The Economist: Najib perlu mandat besar ‘buang puak’ halang pembaharuan


Oleh Shannon Teoh

Najib Razak

KUALA LUMPUR, 28 Jan — Langkah mengembalikan majoriti dua pertiga Barisan Nasional (BN) di Parlimen akan membolehkan Datuk Seri Najib Razak “membersihkan golongan lama” yang dilihat menjadi penghalang kepada idea-idea pembaharuan beliau mahu perkenalkan, kata The Economist.
Dalam edisi terbarunya, The Economist menyebut, bagi sesetengah pihak dalam partinya dan juga perkhidmatan awam, yang majoritinya orang Melayu, Najib bergerak dengan begitu pantas, malah ada yang menganggapnya “menuju arah yang salah” menerusi rancangannya memperkenalkan meritokrasi.
Laporan itu juga mendakwa ramai anggota Kabinetnya juga tidak menyokong pelan pembaharuan Najib.
Justeru Najib, yang menggantikan Tun Abdullah Ahmad Badawi yang berhenti selepas kesan tsunami politik pada pilihan raya umum 2008, kemungkinan memanggil pilihan raya baru seawal Mac, dua tahun sebelum tempoh kerajaan berakhir bagi mendapatkan mandat untuk berhadapan dengan golongan yang menjadi penghalang kepada hala tuju pentadbiranya.
“Najib perlu menang besar untuk meyakinkan pihak yang skeptik, sekurang-kurangnya mengembalikan majoriti dua pertiga BN.
“Jika beliau mampu berbuat demikian, maka beliau boleh membersihkan golongan lama Umno,” katanya lagi.
Maka hanya dengan itu sahaja Najib boleh melaksanakan idea-idea pemodenan yang menurutnya boleh membawa perubahan kepada negara ini, lapor The Economist.
Ia menambah, beberapa projek yang diumumkan awal tahun ini di bawah Program Transformasi Ekonomi (ETP) adalah sebahagian daripada strategi untuk memenangi pilihan raya umum tergempar.
The Economist menulis, Najib yang juga presiden Umno bersetuju dengan mereka yang berhujah bahawa aspek kuota dan tindakan afirmatif untuk membantu orang Melayu adalah tindakan tidak berproduktif.
Kata laporan itu, salah satu kesannya ialah menyebabkan aliran keluar golongan cerdik masyarakat Cina dan pada masa yang sama ekonomi negara berhadapan dengan kehilangan aspek kemahiran keusahawanan mereka.
ETP yang meletakkan sasaran untuk menggandakan pendapatan per kapita negara menjelang 2020 berjanji untuk “memperkenalkan satu masyarakat meritokrasi,” kata The Economist lagi.
“Mengambil kira beliau seorang ahli politik yang berhati-hati, beliau membawa mesejnya dengan janji tidak akan memansuhkan kesemua hak kaum Bumiputera,” katanya.
The Economist juga menarik perhatian, dasar-dasar pembaharuan yang dibawa Najib digerakkan oleh badan-badan yang diwujudkan dalam lingkungan Pejabat Perdana Menteri itu sendiri berbanding kementerian-kementerian lain yang relevan, satu petunjuk bahawa Kabinet yang berteraskan kepimpinan Umno tidak ‘menerima’ idea-idea negara yang lebih bertunjangkan unsur meritokrasi.
Tulisan itu juga mendakwa, partinya dan birokrasi kerajaannya juga tidak bersetuju dengan langkah perdana menteri ke arah sistem meritokrasi dan Najib terpaksa berhadapan dengan Perkasa, pertubuhan bukan kerajaan yang memdakwa membela kepentingan orang Melayu dari dalam Umno sendiri.
“Dalam pilihan raya umum akan datang, kata seorang bekas penasihat Najib, akan menjadi gambaran karakternya. Ia akan menjadi ujian keupayaan Najib untuk memperkukuhkan agenda beliau dalam parti sendiri dan kerajaan selain berhadapan dengan tentangan daripada pembangkang,” kata The Economist, yang merujuk kepada pendirian Pakatan Rakyat pimpinan Datuk Seri Anwar Ibrahim.
Najib mengambil alih kepimpinan Umno dan jawatan perdana menteri daripada Abdullah awal 2009 — setahun selepas BN hilang majoriti dua pertiga dan lima kerajaan negeri pada pilihan raya umum Mac 2008.(minsider)

Najib Takut Bayang-bayang:Desak Saudi siasat pemberi dana Anwar

Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak pada tahun lalu telah dilaporkan memberi tekanan kepada Arab Saudi bagi menyiasat dakwaan bahawa Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim ada menerima dana dari negara teluk untuk kempen pada pilihan raya umum akan datang.

Menurut stesen berita antarabangsa, CNN - yang telah melihat laporan rahsia dari siasatan Arab Saudi itu - menunjukkan tiada bukti menunjukkan adanya tokoh-tokoh negara teluk membiayai Anwar.

azlanNajib didakwa mengadu kepada kerajaan Arab Saudi, kononnya dua putera kanan negara itu terbabit dengan pemberian dana berkenaan.

"Tidak ada bukti pegawai Saudi yang pernah menyokong Anwar Ibrahim" dan "dakwaan sokongan dari keluarga diraja Saudi yang disebutkan dalam laporan awal [nama dihapuskan] adalah tanpa asas,” kata CNN yang membuat ringkasan daripada sembilan mukasurat laporan rahsia berkenaan.

Tidak terkejut

Dalam reaksi segera, Anwar berkata tindakan itu menunjukkan bahawa Najib takut berdepan dengannya menjelang pilihan raya umum, yang dijangka akan diadakan pada akhir tahun ini atau selewat-lewatnya pada tahun 2012.

NONE"Saya tidak terkejut bahawa perdana menteri akan pergi sejauh luar negara, bukan untuk tujuanmenarik pelaburan asing, tetapi sanggup singgah untuk memfitnah saya," kata Anwar mengulas laporan CNN itu.

Katanya, Najib begitu gentar dengan Pakatan Rakyat sehinggakan tidak berani menyahut cabarannya untuk berdebat secara terbuka mengenai dasar ekonomi negara.

"Laporan ini menyerlahkan ketakutan serta rekayasa Dato' Seri Najib untuk menyekat kemaraan Pakatan Rakyat yang setiap hari berusaha membina dokongan rakyat terhadap usaha kami demi menyelamatkan Malaysia dari segala kepincangan yang disebabkan oleh kelemahan mentadbir pimpinan negara serta ketirisan akibat darirasuah yang semakin membarah," katanya.
Najib takut
azlanMenurut Anwar lagi, kehadiran Buku Jingga, sebuah dokumen yang mengandungi hasrat serta saranan Pakatan Rakyat demi menyelamatkan Malaysia dari terus parah akibat kerakusan dan ketidakcekapan pimpinan Umno-BN, memunculkan rasa takut Najib.

"Beliau sedar dokumen tersebut mendobrak ilusi upaya pemulihan yang didendangkan Umno-BN kepada rakyat. Presiden Umno itu pastinya tahu rakyat tidak akan menerima bulat-bulat pengumuman demi pengumuman yang digarap semata-mata memenuhi maksud iklan.”
Anwar sebelum ini telah dituduh oleh musuh-musuhnya mempunyai hubungan dengan badan pemikir Institute of Islamic Thought (IIIT) yang berpangkalan di Amerika. Pertubuhan itu juga dengan pertubuhan Muslim Brotherhood atau Muslim Ikhwanul yang didakwa membiayai rangkaian pengganas di seluruh dunia.

Anwar pernah menjadi ahli lembaga pengarah IIIT. Pertubuhan ini pernah diserbu dan digelidah oleh oleh FBI pada tahun 2002 kerana disyaki membiayai rangkaian pengganas, tetapi tidak ada dakwaan yang dikenakan ke atas mereka.

al qaeda fighterMenurut CNN, sebaliknya siasatan yang dijalankan kerajaan Arab Saudi menjumpai "sesuatu yang sangat berbeza - dan lebih membimbangkan".

Mereka menemui ratusan dolar wang Saudi yang telah disalurkan kepada ahli politikIslam yang terkemuka dan aktivis politik luar negeri, kata CNN.

"Ia juga mendapati bahawa al-Qaeda danTaliban masih boleh menggunakan Arab Saudi untuk penggalangan dana, walau pelbagai tindakan diambil bagi menyekat aliran tunai berkenaan.”(mkini)

Rezim Diktator Mubarak Akan Tumbang


Jumat, 28/01/2011
Peraih hadiah Nobel Mohamed El Baradei, pemimpin oposisi Mesir, menyatakan akan memimpin langsung aksi penggulingan rezim diktator Mubarak, yang sudah berkuasa lebih 30 tahun.
El Baradei yang pernah mengepalai komisi IAEA di bawah PBB itu, usai shalat Jum'at akan berpartisipasi dalam aksi yang digalang berbagai kalangan oposisi di Mesir untuk menggulingkan rezim Mubarak.
Ikhwanul Muslimin yang merupakan kekuatan oposisi terbesar di Mesir hari Jum'at ini juga akan turun untuk mengambil bagian dalam aksi mengakhiri pemerintahan Mubarak. Bersatunya kekuatasn oposisi Mesir menghadapi rezim Mubarak, memberikan peluang bagi pengakhiran kekuasaan Mubarak.
Lebih 1.000 orang telah ditangkap aparat militer Mesir, yang bertujuan ingin mengakhiri rezim Mubarak. Sejauh ini tidak ada pengaruh atas tindakan repressif yang dilakakukan aparat militer Mesir terhadap kelompok-kelompok yang memang mereka ingin menggulingkan pemerintah diktator Mubarak.
Aksi menentang kekuasaan Mubarak ini telah menyebar diberbagai kota di Mesir, seperti Cairo, Suez, dan Alexandria. Puluhan orang terluka ketika bentrok dengan aparat keamanan Kamis, malam. Kalangan oposisi sudah tidak sabar lagi terhadap Mubarak, yang menjadi kaki tangan Israel dan AS.
Semalam aksi menentang terus berlangsung, dan di kota Suez terjadi bentrok, yang sangat brutal antara para pengunjuk rasa dengan aparat keamanan Mesir, dan Mubarak mengerahkan seluruh kekuatan militer dan polisi untuk menghadapi aksi yang digalang kalangan oposisi.
Semantara itu, Dubes AS di Mesir Margaret Scoby telah membentuk 'task force' yang akan terus mengikuti perkembangan situasi di Mesir, dan melakukan kontak dengan sejumlah oposisi di negeri Spinx itu.
Sejauh ini menurut informasi yang sampai ke media, Scoby juga telah melakukan komunikasi dengan Sekjen NDP, Safwat el-Shahrif, mendorong agar Mubarak mengundurkan diri dari kekuasaan.
Hari Jum'at akan menentukan nasib Mubarak selanjutnya. Rezim diktator yang sudah berkuasa lebih 30 tahun, memasuki hari-hari kekuasaannya. (m/aljz)(eramuslim)

Akankah Tunisia Menjadi Keping Domino yang Pertama?


Dari Blog Jalan Telawi
Oleh Anwar Ibrahim
Awal bulan ini, warga Tunisia telah berjaya menyingkirkan presiden mereka menerusi satu revolusi popular yang pertama dalam sejarah moden negara-negara Arab. Kepantasan revolusi ini merebak semestinya memberikan isyarat jelas kepada negara-negara Muslim lain yang masih lagi tegar mempertahankan kerajaan otokratik dan diktator.
Jangka hayat panjang rejim sebegini dijamin menerusi keupayaannya dalam menekan suara-suara bantahan dengan jentera-jentera kerajaan yang dikawal, terutamanya institusi ketenteraan. Apa yang berlaku di Tunisia menzahirkan bahawa bila mana salah satu jentera kerajaan tidak berfungsi – seperti yang berlaku kepada pihak tentera ketika mereka gagal bergerak secara efektif – jentera-jentera lain seperti media dan kehakiman akan turut gagal berfungsi.
Apakah ini merupakan detik seperti runtuhnya Tembok Berlin bagi warga Timur Tengah? Apakah negara-negara Arab lain yang mengguna pakai modus operandi yang sama dalam amalan penindasan politik bakal ditumbangkan juga?
Pada tahun 2005, dalam satu ucapan di Forum Dunia Amerika Syarikat (AS) – Islam di Doha, saya mengungkapkan bahawa pendemokrasian bakal muncul di Timur Tengah jauh lebih awal dari yang diramalkan, dan saya mengkritik dasar luar AS dengan menyifatkannya sebagai “dasar talam dua muka.” Ketika pentadbiran Bush mendukung kebebasan dalam melancarkan perang melawan keganasan, AS tetap teguh bersekutu dengan negara-negara yang secara terang-terangan mengamalkan dasar penindasan untuk mengekang masyarakat awam dan menggagalkan demokrasi.
Di bawah pentadbiran Obama, dasar talam dua muka ini masih lagi wujud. Walaupun dalam ucapan bersejarahnya di Kaherah di mana beliau secara khusus memuji wakil kerajaan, pentadbiran Rumah Putih masih terus bekerjasama dengan pelbagai otokrat dari Timur Tengah. Dari perspektif para demokrat di rantau itu, dasar talam dua muka AS ini adalah disebabkan pendemokrasian akan mengakibatkan wujudnya kerajaan yang kurang cenderung menyokong agenda dan tuntutan AS terutamanya pentadbiran yang disifatkan Islamik oleh AS.
Merujuk kepada Tunisia, adalah mustahil Zine el Abidine Ben Ali mampu kekal menerajui negara selama 25 tahun tanpa dukungan dari Amerika. Kenyataan bahawa rejim kleptokratik pimpinan beliau akhirnya tumbang merupakan peringatan keras bahawa sesebuah kerajaan yang ditegakkan melalui penindasan ke atas rakyat takkan bertahan lama. Kita telah menyaksikannya di Iran pada tahun 1979 menerusi kejatuhan dramatik Shah, dan juga pada tahun 1998 ketika rakyat Indonesia mengecap nikmat demokrasi secara aman setelah hampir tiga dekad ditadbir di bawah kepimpinan tentera.
Masalah yang menghantui dunia Arab tetap mengejutkan: monopoli kekayaan dan kuasa oleh segelintir elit politik, kemerosotan infrastruktur, sistem pendidikan yang jumud, kepincangan dalam perkhidmatan kesihatan serta bebanan pendapatan dalam menghadapi kenaikan harga barang dan kos hidup. Rasuah dan nepotisme menjadi raja di sebalik tiadanya kebertanggungjawaban dan ketelusan.
Sememangnya semua ciri tersebut merupakan acuan terbaik sebuah pergolakan politik: peminggiran politik dan ekonomi ke atas rakyat serta perompakan kekayaan negara oleh elit pemerintah. Ianya merupakan satu realiti yang tidak dapat disucikan oleh propaganda – kerana rakyat boleh menyaksikannya di YouTube dan Facebook – walaupun dicuba dengan pelbagai kaedah oleh pemerintah. Pastinya, tiada seorang pun pemimpin Arab yang akan mengakui kebejatan ini, sebaliknya akan menzahirkan kewarakan dan menabur janji untuk terus memperbaiki tahap ekonomi rakyat.
Adalah sesuatu yang bodoh bagi kerajaan di rantau itu sekiranya menganggap bahawa apa yang berlaku di Tunisia ini sebagai kes terpencil. Permasalahan ekonomi dan politik yang mencetuskan revolusi merupakan sesuatu yang luar biasa terhadap negara tersebut. Seseorang hanya perlu berjalan di sepanjang kaki lima di Kaherah dan Karachi, atau merayau-rayau di pekan-pekan terpencil di Algeria dan Afghanistan untuk melihat bagaimana sengsaranya kemiskinan dan penindasan sehingga mampu memusnahkan martabat diri seseorang.
Pemerintah otokratik yang telah terbiasa dengan kedaulatan mutlak barangkali akan mengubah fikiran mereka. Kebangkitan di Tunisia didorong oleh hasrat untuk mencapai kebebasan dan keadilan, dan bukan kerana ideologi tertentu. Faktor keganasan Islam, yang sering dijadikan kambing hitam oleh para diktator di Timur Tengah untuk menghalalkan kezaliman mereka, perlu dipertimbangkan semula atau dibakulsampahkan terus. AS juga harus mengambil pengajaran tentang mitos bahawa diktator yang sekular merupakan taruhan terbaik dalam melawan golongan Islamis. Revolusi, sama ada yang bersifat sekular atau keagamaan lahir dari keinginan sejagat untuk memartabatkan hak. Persamaan di antara revolusi di Iran dan pergolakan di Tunisia adalah kebangkitan rakyat yang telah sekian lama menderita di bawah pemerintahan yang menindas.
Apakah revolusi di Tunisia ini mampu menjana kebangkitan warga Arab dan mengubahnya kepada pembebasan Timur Tengah? Tatkala Tunisia bergerak ke dalam kelompok negara-negara Timur Tengah yang memartabatkan demokrasi seiring dengan negara seperti Turki, namun untuk kebanyakan negara Islam lain, demokrasi masih lagi merupakan sesuatu yang sukar dikecap. Pakatan pembangkang di negara-negara seperti Mesir kini sudah menemui harapan baru menerusi perkembangan yang berlaku di Tunisia. Bantahan-bantahan di Kaherah dan di wilayah-wilayah sekitarnya telah mengubah tanggapan yang selama ini menganggap bahawa bangsa Arab dan umat Islam bersifat pasif dalam politik dan senantiasa cenderung terhadap otoritarianisme. Namun, apakah mereka akan diberi peluang yang adil? Rakyat Palestin pernah memilih pemimpin mereka menerusi pilihan raya namun kuasa Barat telah campurtangan dan mengubah peraturan pilihan raya tersebut.
Kenyataan asasnya adalah jelas iaitu AS mesti menghentikan sokongan terhadap pemimpin-pemimpin diktator dan kuku besi sama ada di Timur Tengah, Pakistan atau di Asia Tenggara. Apa yang berlaku di Tunisia sewajarnya diamati sebagai fajar baru bagi demokrasi di dunia Arab dan Islam.
*Diterjemahkan oleh Najwan Halimi dari artikel berjudul “Will Tunisia Be the First Domino?” tulisan Anwar Ibrahim yang diterbitkan di laman The Wall Street Journal pada 26 Januari 2011*

Ramon: Aliran keluar wang haram M'sia perlu disiasat


Terdapatnya keperluan untuk menyiasat dan mengambil tindakan pemulihan seandainya perlu, berhubung dengan laporan aliran keluar kewangan haram dari Malaysia, kata Pengerusi Pusat untuk Kajian Dasar Awam Institut Kajian Strategi & Kepimpinan (ASLI), Tan Sri Ramon Navaratnam.

ramon navaratnam interview 071108 05Baru-baru ini, laporan oleh pemantau kewangan, Integriti Kewangan Global (GFI) menyebut yang aliran keluar wang haram dari Malaysia pada 2000 ialah RM67.7 bilion (US$22.2 bilion) dan lapan tahun kemudian, ia melambung kepada RM208 bilion (US$68.2 bilion).

"Kita perlu tanya diri kita sendiri mengapa wang ini keluar," kata Ramon kepada pemberita di Persidangan ke-13 Tinjauan Strategik Malaysia 2011 di Kuala Lumpur hari ini.

Presiden Dewan Perdagangan Amerika-Malaysia, Datuk Nicholas Zefferys memberitahu pemberita yang Bank Negara Malaysia telahpun menetapkan peraturan pengubahan wang haram yang ketat.

"Malaysia mempunyai perlindungan kukuh terhadap pengubahan wang haram dalam sistem perbankan tradisional," kata beliau.
- Bernama

Puing-puing Kejatuhan BN....


Najib menongkah arus!

MerdekaReview | Jan 27, 2011 06:18:50 pm

 
Cadangan untuk mengawal internet sejak zaman Mahathir Mohamad bukan lagi sekadar omong-omong, apabila tersebarnya khabar bahawa pindaan terhadap Akta Mesin Cetak dan Penerbitan 1984 (PPPA) yang bertujuan untuk memperluaskan kuasa Menteri Dalam Negeri agar memasukkan cakarnya ke ruang internet, bakal dibentangkan semasa persidangan parlimen pada Mac tahun ini.
Mengikut kebiasaan kerajaan Barisan Nasional, kandungan penuh pindaan akta hanya akan terdedah ketika bacaan pertama dalam parlimen, dan kemudian memasuki peringkat bacaan ketiga untuk diluluskan dalam masa yang singkat.  Namun, menurut laporan agensi berita rasmi kerajaan,Bernama, kandungan pindaan adalah perluasan definisi penerbitan di dalam PPPA, supaya meliputi terbitan dalam bentuk multimedia termasuk kandungan internet, Facebook dan perisian.
Jelas, pindaan ini seolah-olah satu "undang-undang internet".  Bukan sesuatu yang mengejutkan apabila kerajaan Najib mahu mengawal media internet.  Ia bukan sahaja bertitik tolak dari perkiraan politik Najib, tetapi juga dasar tradisional UMNO-BN yang tidak bertoleransi dengan media yang berbeza pendapat.  Sebelum mantan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi mengeluh bahawa keterabaian BN terhadap pengaruh internet menjadi punca kegagalan dalam PRU ke-12, Najib sudah dihantui "internet".
Misalnya, kes pembunuhan wanita Mongolia Altantuya pada tahun 2006, pendedahan Anwar Ibrahim yang mengaitkan kes pembunuhan ini dengan pembelian kapal selam oleh Kementerian Pertahanan, dan kes Najib menghantar pesanan ringkas (sms) kepada peguambela tertuduh ketiga Razak Baginda - Najib diberi perlindungan oleh media tradisional dengan menutup nama beliau daripada didedahkan dalam liputan berita.  Najib hanya terpaksa untuk menjawab tuduhan yang dilemparkan kepadanya apabila media internet memberi liputan yang cukup terperinci dalam isu tersebut.
Untuk UMNO-BN, "tiada penapisan internet" bukanlah janji yang tulus ikhlas dari hati.  Pengkaji media, Chang Teck Peng mendapati mantan Perdana Menteri, Mahathir Mohamad tidak memasukkan janji "Malaysia will ensure no censorship of the Internet" dalam Bill of Guarantees-nya ketika merasmikan Koridor Raya Multimedia (MSC) di Kuala Lumpur pada 1 Ogos 1996.  Janji tersebut hanya ditambah ketika Mahathir Mohamd berucap di depan orang Amerika Syarikat pada 14 Januari 1997 di California, AS.
Ia menjelaskan bahawa janji kononnya "tiada penapisan internet" ini adalah untuk mengambil hati "kapitalis Barat" semata-matanya, yang untuk puluhan tahun dikritik sebagai "berniat jahat".  Apa yang disasarkan adalah wang dollar Amerika yang boleh digunakan untuk menyempurnakan satu lagi "tugu" dalam kerjaya politik Mahathir.
Bukan sahaja janji "tiada penapisan internet" itu tidak ikhlas, malah juga cakap tak serupa bikin.  Akta Keselamatan Dalam Negeri 1960 (ISA), Akta Hasutan 1948, Kanun Keseksaan, hinggalah Akta Komunikasi dan Multimedia 1998 (yang jelas termaktub peruntukan bahawa ia tidak boleh digunakan untuk menapis kandungan internet), juga boleh menyekat dan menghukum pengendali laman web dan pengguna internet yang dianggap melanggar peraturan dari kaca mata kerajaan.
Sejak Najib mengangkat sumpah sebagai Perdana Menteri pada 3 April 2009, langkah-langkah yang tidak mesra kepada internet datang berturutan.  Bermula dengan halangan terhadap wartawanMerdekaReview untuk membuat liputan di sidang medianya ketika mengumumkan barisan kabinetnya, sehinggalah siasatan klip video "demonstrasi kepala lembu" diMalaysiakini.  Jikalau benar pindaan PPPA memperluaskan definisi "penerbitan" kepada internet, maka kemungkinan besar kerajaan akan mewajibkan media internet untuk memperbaharui permit setiap tahun, sebagaimana yang diwajibkan kepada media cetak sekarang.  Tindakan ini adalah langkah untuk menginstitusikan kawalan internet.
Kawalan ketat kerajaan terhadap media cetak telah menjadikan media cetak sebagai lidah propaganda mereka, lantas menjejaskan kredibiliti media tradisional, sehingga memerlukan kenyataan daripada Najib untuk membela mereka.  Namun, pembelaan Najib menonjolkan/membuktikan kehambaan media tradisional sebaliknya.  Kerajaan Najib kini secara sistematik mencabuli autonomi media internet, dengan harapan menjinakkan media internet sebagaimana ia menjinakkan media tradisional.
Namun, seandainya media tradisional yang sentiasa merungut kerana terpaksa bersaing dengan media internet di atas gelanggang yang tidak sama rata (media internet tidak dibelenggu PPPA) hanya berdiam diri, malah bergembira dengan perkembangan ini, maka ia hanya menunjukkan kejahilan diri mereka yang tidak berpandangan jauh.
Sikap media internet yang enggan akur kepada sekatan yang digariskan kerajaan, agak tidak menyenangkan media tradisional, sehingga media tradisional mengambil sikap yang kurang mesra terhadap media internet, malah pernah menyuarakan bahawa adalah tidak adil seandainya kerajaan tidak mengawal internet.
Namun, apa yang menjadi "titik buta" media tradisional adalah, pendedahan media internet terhadap pencabulan ke atas media tradisional telah memberi tekanan kepada kerajaan agar tidak mengambil tindakan terhadap media tradisional sewenang-wenangnya.  Kedua, usaha media internet untuk menerokai ruang kebebasan dan memacu pendemokrasian juga memanfaatkan media tradisional.
Pendek kata, kemahuan Najib untuk menginstitusikan kawalan terhadap media internet adalah malapetaka buat seluruh rakyat, malah, ia juga langkah yang menongkah arus.  Walaupun negara jiran kita, Singapura mempunyai sistem untuk mengawal internet, tetapi AIMS (Advisory Council on the Impact of New Media on Society) yang ditubuhkan di Singapura telah mengemukakan laporan berjudulEngaging New Media - Challenging Old Assumptions, mencadangkan agar kerajaan melonggarkan ruang untuk media baru secara beransur-ansur, malah menggantikan kawalan dengan pendidikan.  Jika kerajaan terpaksa mengawal sekalipun, ia perlu mengumumkan sebab-sebab kawalan tersebut.
Malaysia yang mana situasi kebebasan bersuara dan hak asasi yang sedikit lebih baik daripada Singapura kini berundur ke belakang.  Mungkin ini sahaja kemampuan Najib yang bangkit dalam kerjaya politik berpayungkan pengaruh bapanya.
*Lidah pengarang MerdekaReview, diterjemah dari teks asal.

Politik Malaysia:Rasuah dan Ugut Secara Terang.....

Muhyiddin: Tenang diberi projek RM30 juta, jangan silap pilih

Muhyiddin Yassin tidak kekok mencedok nasi kepada orang ramai yang hadir pada majlis Jamuan Malam di Sekolah Jenis Kebangsaan Cina Ai Chee, Tenang Stesyen, Labis malam tadi. — Foto Bernama
LABIS, 28 Jan — Timbalan Perdana Menteri mengingatkan pengundi pada pilihan raya kecil Dewan Undangan Negeri (DUN) Tenang agar tidak membuat kesilapan dengan memastikan calon Barisan Nasional (BN), Mohd Azahar Ibrahim menang Ahad ini. 
Tan Sri Muhyiddin Yassin, yang juga Timbalan Pengerusi BN, berkata usaha membawa pembangunan ke DUN Tenang akan berhadapan dengan masalah jika pengundinya memilih calon pembangkang sebagai wakil rakyat mereka.
“Jangan membuat kesilapan dengan mengundi calon PAS, kerana kedua-dua kerajaan negeri dan kerajaan pusat adalah di bawah Barisan Nasional. Jika memilih pembangkang sebagai wakil rakyat maka usaha membangunkan Tenang akan berhadapan dengan masalah,” katanya di sini.
Beliau berkata demikian pada majlis makan malam Tahun Baru Cina di Sekolah Jenis Kebangsaan Cina Ai Chun di Tenang Stesen di sini, yang turut dihadiri Timbalan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Chua Tee Yong, yang juga Ahli Parlimen Labis.
Pilihan raya kecil DUN Tenang pada Ahad ini menyaksikan pertembungan satu lawan satu antara calon BN, Mohd Azahar dengan calon PAS, Normala Sudirman.
Pada pilihan raya umum 2008, Sulaiman mengalahkan calon PAS, Mohd Saim Siran dengan kelebihan undi sebanyak 2,492.
Muhyiddin berkata kerajaan memperuntukkan RM30 juta untuk melaksanakan pelbagai projek pembangunan demi kepentingan rakyat di DUN Tenang, namun bersedia menambah peruntukan itu jika tidak mencukupi.
Pembangkang, menurutnya tidak berkemampuan memerintah negara sebagaimana dilakukan BN kerana Parti Keadilan Rakyat (PKR), PAS dan DAP diibaratkan seperti “tidur satu bantal tetapi mimpi lain-lain.”
Beliau berkata PAS mahu mewujudkan negara Islam di Malaysia, tetapi DAP, rakannya dalam pakatan pembangkang, menentang keras cadangan itu dengan Pengerusi Kebangsaan parti itu, Karpal Singh mahu PAS “langkah mayatnya dahulu.”
Timbalan Perdana Menteri berkata sebagai bapa yang mempunyai empat anak, beliau turut bersedih dengan apa yang berlaku terhadap mendiang Teoh Beng Hock, pembantu khas seorang anggota Exco kerajaan negeri Selangor. 
“Saya ada empat orang anak dan jikalau anak kita mati, kita bersedih. Saya juga manusia ada perasaan, sebab itu kerajaan menubuhkan suruhanjaya kerana kita mahu mencari kebenaran,” kata beliau.
Kelmarin, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan penubuhan sebuah suruhanjaya untuk menyiasat kematian Teoh, yang mayatnya ditemui selepas dia disoal siasat oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia dua tahun lepas.
Sementara itu, pada majlis sambutan perayaan Ponggal anjuran MIC Bahagian Labis di Dewan Sekolah Jenis Kebangsaan Cina Labis, Muhyiddin berkata kerajaan akan melaksanakan program bagi meningkatkan pendapatan masyarakat India.
Beliau berkata Program Menjana Pendapatan masyarakat India itu akan menyaksikan setiap keluarga India negara ini melaksanakan satu projek yang akan meningkatkan pendapatan mereka sekeluarga. — Bernama

Buat Makcik Pakcik Felda...Fikirlah masak-masak sebelum memangkah!

Pengurus Felda akui perjanjian serah ladang oleh peneroka longgar
Khairil Abdul Rahim   

 TEMERLOH, 27 Jan: Perjanjian penyerahan ladang di antara peneroka dengan Felda untuk diuruskan oleh Felda Plantations sangat longgar kerana tandatangan kedua pihak tanpa saksi, tidak dimati setem dan tiada tarikh tamat.

Peguam Ahmad Nizam Hamid berkata, ini diakui sendiri oleh seorang pengurus rancangan Felda dalam perbicaraan di Mahkamah Magistret Temerloh hari ini.

Pengurus Felda Gua Musang, Sazali Abdul Hamid dalam pengakuannya sebagai saksi kepada kes Roslan Mohd Nor dari Felda Bukit Mendi, juga mengakui tidak ada terma pemilikan Felda ke atas tanah peneroka dalam perjanjian tersebut.

Ahmad Nizam adalah peguam bela kepada Roslan.

“Kes hari ini ialah anak guam saya Roslan Mohd Nor yang ditangkap oleh Pengurus Felda Technoplant dan anggota Rela kerana dituduh mencuri 35 tandan buah kelapa sawit di atas tanah lot bapanya (yang sudah meninggal) sendiri Mohd Nor@Abu Bakar Sulaiman pada 2009.

“Beliau dituduh di bawah Seksyen 379 Kanun Keseksaan yang jika sabit kesalahan boleh dipenjarakan selama dua tahun atau didenda,” katanya.

Turut dipanggil menjadi saksi hari ini ialah Ketua Balai Polis Mengkuang Sarjan Mejar Ahmad, Pengurus Felda Technoplant Bukit Mendi Saleh Samigun dan anggota sukarelawan rakyat (Rela) Hanapi Dolah juga dari Bukit Mendi.

Sazali ialah bekas Pengurus Felda Bukit Mendi yang menandatangan bagi pihak Felda bersama pemilik tanah Mohd Nor@Abu Bakar Sulaiman pada tahun 2005.

Sazali juga mengakui, borang yang ditandatangan beliau bersama Mohd Nor adalah bermaksud tuan milik tanah berkenaan menyerahkan ladang kepada Felda adalah untuk tujuan pemulihan tanah dan bukan diserahkan hak miliknya kepada badan tersebut.

Selain daripada itu, Sazali akur keingkaran salah satu pihak (Felda atau peneroka) mematuhi perjanjian 22 perkara itu boleh membatalkan perjanjian.

Sementara itu, menurut Roslan, pada 25 Mei 2009 ketika beliau bersama buruh memasukkan beberapa tandan buah sawit ke dalam sebuah lori pikap di ladang milik ayahnya, beliau telah ditangkap.

“Saya telah tunjukkan surat amaran daripada Pejabat Tanah Bera bahawa cukai tanah ladang itu telah tertunggak sebanyak RM3,000 tidak dibayar oleh Felda. Sedangkan bicara kuasa tidak boleh dijalankan sebab banyak cukai tertunggak.

“Malangnya penjelasan saya tidak diterima malah saya bersama pemandu lori dibawa ke balai polis, digari dan dihantar ke lokap Triang,” katanya.

Menurut Roslan, ladang ayahnya pada tahun 2000 telah diserahkan kepada Felda untuk urusan tanam semula. Namun begitu pada 2005 oleh kerana tiada penyata dan kira-kira hasil yang diberikan oleh Felda, beliau telah minta ayahnya ambil balik untuk diusahakan sendiri.

Bagaimanapun, tambah Roslan, dua bulan sebelum meninggal (4 Julai 2005), ayahnya telah menyerahkan semula pengurusan ladang kepada Felda.

Apabila beliau bersama keluarga mahu mengambil semula pengurusan ladang daripada Felda Technoplant pada 3 September 2007 kerana tidak puas hati dengan hasil yang diterima, beliau telah diarahkan untuk membayar sebanyak RM34,719.90.

Pengajaran Buat Umat Islam


Kisah si tua dari Mesir



beritaislamglobal.blogspot.com
Protes berlangsung di jalan-jalan Kaherah. Mereka menyatakan 25 Januari, sebagasi hari 'Revolusi'. Mereka ingin menjatuhkan Hosni Mubarak yang sudah berkuasa lebih dari 30 tahun. Mubarak yang sudah 'tua' itu, nampaknya tetap mendapatkan jaminan dan dukungan AS.

Setiausaha Negara AS, Hillary Rodham Clinton, menyatakan, bahwa Mesir tetap stabil. Inilah bahasa yang diucapkan oleh orang kedua AS, yang nampaknya tetap mendukung Hosni Mubarak. Kejatuhan Mubarak akan menyebabkan terjadi 'tsunami' politik di seluruh Timur Tengah. Mubarak merupakan sekutu utama Israel dan AS. Selama beberapa dekad, posisi Mesir sebenarnya untuk menjadi 'penjaga' kepentingan Israel dan AS di Timur Tengah. Mesir menjadi alat Israel dan AS menghadapi kekuatan Islam, yang akan mengancam kepentingan kedua negara itu.

Mesir bukan Tunisia. Mesir memiliki jumlah penduduk 80 juta. Secara geopolitiknya sangat strategik. Negara yang bilangan penduduknya terbesar di Timur Tengah. Bila Mubarak runtuh, maka seluruh kawasan Timur Tengah akan berubah. Mesir menjadi taruhan bagi kepentingan Barat di kawasan itu.

Persoalannya siapa yang akan menggantikan Mubarak? Adakah regim baru yang dapat menerima kepentingan Israel dan Barat? Ini persoalan utama. Israel dan AS akan menjaga regim yang sudah 'tua' ini, sampai menemui pengganti, yang diyakini dapat menjaga kepentingannya di kawasan itu. Israel dan Barat sekali-kali tidak akan membiarkan Mesir jatuh ketangan kelompok Islamis. Setidak-tidaknya Israel dan AS akan mencari tokoh-tokoh dan kelompok yang moderat, dan dapat menerima kepentingan mereka.

Organisasi pembangkang terbesar di sepanjang sejarah politik Mesir adalah Ikhwanul Muslimin. Kelompok ini lahir tahun 1928, yang didirikan oleh Hasan al-Banna, dan sekarang telah berkembang di seluruh dunia.



Gerakan ini hampir dengan politik, dan terus berkembang sebagai sebuah gerakan. Tahun 2005 Ikhwan menyertai pilihanraya umum melalui calon bebas dan mendapatkan 20 peratus atau 88 kerusi di parlimen. Tetapi, pada pilihanraya umum tahun 2010 yang lalu, Ikhwan gagal memperolehi walau satu pun kerusi, akibat disekat oleh Mubarak.

Mubarak tidak menginginkan kekuatan pembangkang di Mesir ini terus berkembang. Mubarak hanya memberikan 3 peratus kerusi parlimen Mesir kepada pembangkang. Ini sememangnya tidak memberi apa-apa makna. National Democratic Party (NDP), parti Mubarak yang menang secara mutlak dalam pilihanraya umum parlimen yang lalu, dan menguasai parlimen seluruhnya. Kemenangan NDP sudah di rancang, supaya transisi kekuasaan yang akan dijalankan Mubarak dapat berjalan dengan lancar. Pembangkang mesti disekat, supaya perubahan politik dapat dijalankan sesuai dengan senarionya.

Washington, melalui Hillary pula, berkata bahawa Mesir berada dalam keadaan stabil selama 30 tahun. Tetapi, Mesir dibawah kendalian regim diktator, yang menolak demokrasi, dan menggunakan institusi ketenteraannya, seperti tentera, polis, dan badan perisikan menamatkan riwayat lawan-lawan politiknya.

Mubarak sudahpun membina sebuah empayar kekuasaan, sementara parlimen hanyalah sebuah institusi yang tidak memiliki fungsi apa-apa. Keadaan seperti ini sudah menjadi kebiasaan di seluruh dunia Arab di mana kekuasaan itu seolah-olah seperti perniagaan peribadi. Parti pemerintah menjadi parti tunggal dan berkuasa mutlak. Undang-undang dijadikan alat kekuasaan untuk menyekat lawan-lawan politiknya. Jadi, kestabilan politik yang diciptakan Mubarak hanyalah bayang-bayang. Demokrasi yang sejati adalah sebuah kekuasaan yang bersumber dari rakyat melalui pemilihan yang jujur, bebas, dan tanpa campur-tangan. Di Mesir semua itu sudah tidak ada lagi.

AS dan Barat telah melakukan sikap 'double standard' dengan membiarkan regim-regim diktator yang datang bukan dari pilihan rakyat. Ini hanya akan menimbulkan ancaman terhadap kestabilan yang boleh meletus pada bila-bila masa. Tidak ada jaminan yang pasti tentang situasi dan masa depan Mesir yang sekarang ini menghadapi situasi yang mirip seperti Tunisia.

Pemimpin Mesir itu sudah terlambat untuk memenuhi aspirasi rakyatnya yang sekarang ini berada di jalan-jalan meluahkan kemarahan mereka. Gerakan ini terus kecewa di tengah situasi yang semakin tidak menentu, sementara Mubarak nampaknya masih begitu yakin dapat menghadapi segala-galanya.

Kejatuhan Mubarak dari kekuasaannya dijangka mempunyai kesan domino, yang secara asasnya akan mengubah seluruh kepentingan Israel dan AS di Timur Tengah kerana selama ini Mubarak dilihat sebagai tokoh utama dalam politik untuk membendung kebangkitan Islam.



Selama ini Mesir telah digunakan secara efektif bagi menghadapi Hamas di Gaza oleh Israel. Mubarak bersama dengan Raja Abdullah juga digunakan untuk menghadapi ancaman nuklear Iran. Mubarak juga digunakan oleh Israel dan AS menghadapi perubahan politik di Iraq, dan Lubnan, yang sangat menimbulkan kebimbangan Israel dan AS. Jatuhnya kabinet Hariri, dan sekarang digantikan seorang tokoh baru, yang lebih pro Hisbullah, sangat mengancam keamanan Israel. Sekarang Lubnan sudah berada di dalam cengkaman Hisbullah.

Israel dan AS ingin mencari pengganti Mubarak yang dapat diajak berdialog dan berunding, dan tidak membahayakan kepentingannya. Mohammad el- Baradei (gambar bawah), yang pernah mengepalai pasukan IAEA, sekarang ini berada dikalangan pembangkang, dan mula melakukan serangan terhadap Mubarak secara berdepan. Mungkin el Baradei ini akan menjadi alternatif yang dapat di terima Barat, khususnya Israel dan AS.



Tentera pula mula bersikap neutral menghadapi situasi di Mesir, dan tidak ingin melakukan konfrontasi secara total dengan gerakan pembangkang yang sekarang terus berlangsung di Mesir yang ingin menjatuhkan regim diktator. Israel dan AS sudah mula menyusun strategi menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang bakal berlaku.

Bekas perwira angkatan tentera udara yang sudah berkuasa selama tiga dekad ini, sekalipun masih mempunyai keyakinan diri, sudah ditinggalkan anaknya Gamal (gambar bawah), yang lari bersama dengan keluarganya ke London. Mubarak sudah tiada lagi pilihan untuk menggantikan kekuasaan dari dinasti keturunannya. Ia menghadapi hari-hari terakhir kekuasaannya. (m/nk)