Sunday, January 6, 2013

Adakah Siswazah di Malaysia?

Pengangguran, Iklankan Dirinya di Billboard

Foto : Iklan Adam Pacitti (Adam Pacitti)
Foto : Iklan Adam Pacitti (Adam Pacitti)
ISLE – Seorang pria menghabiskan 500 poundsterling atau sekira Rp7 juta (Rp15.684 per 1 pound sterling) untuk membuat iklan di papan billboard mempromosikan dirinya agar mendapatkan pekerjaan.Tidak dapat dipungkiri mencari pekerjaan adalah hal yang sangat sulit. Ribuan orang menganggur dan menghabiskan hari-hari mereka tanpa lelah mengisi formulir aplikasi, menyusun surat pengantar, dan mencoba memikirkan jawaban yang kreatif atas pertanyaan yang akan ditanyakan saat wawancara kerja. Pria bernama Adam Pacitti yang sudah menganggur dalam kurun waktu yang sangat lama putus asa untuk mencari pekerjaan. Meski demikian, Pacitti memiliki ide kreatif. Pria itu menghabiskan sisa uangnya untuk mempromosikan dirinya sendiri di papan billboard, agar beberapa perusahaan bisa melihatnya.
Pria berusia 24 tahun ini mempunyai ide mempromosikan dirinya, sejak tiga bulan lalu, setelah ia mengirimkan 250 Curicullum Vitae (CV) untuk posisi yang berbeda.
Pacitti, yang tinggal bersama keluarganya di Isle of Wight, Inggris, mengatakan ia ingin menambahkan sesuatu yang lain untuk aplikasinya. Saat ini, CV dalam bentuk video adalah hal yang popular untuk melamar pekerjaan.
”Saya pikir iklan dapat menjadi media promosi. Ini adalah gambar yang sangat mencolok dan saya berharap banyak yang akan memberi saya pekerjaan,” ujar Pacitti, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (4/1/2013).
Pacitti, telah mempromosikan dirinya di berbagai media, seperti di website employadam.com, billboard, dan di jejaring sosial Twitter.
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Pacitti, sudah banyak mendapat respon.
“Setelah saya memposting, saya mendapatkan sekitar sepuluh retweet dalam satu jam. Kemudian saat ini sudah lebih dari 7.000 retweet.
Pria lulusan sarjana media produksi dari Universtas Winchester ini sebelumnya telah bekerja sebagai penyusun mainan di Arcade.
“Saya bersyukur memiliki pekerjaan, tapi itu bukan sesuatu yang benar-benar saya inginkan,” ungkap Pacitti.