Monday, January 3, 2011

Tazkirah Mengenai Kematian: Bab 7

#KEMATIAN MERUPAKAN KAFARAT (BALASAN) BAGI SETIAP MUSLIM

Para Ulama' berpendapat bahawa kematian merupakan balasan bagi setiap muslim,sama ada berupa sakit yang telah ia derita menjelang ajalnya atau sakit yang ia rasakan di kubur, seperti yang dimaksud oleh sabda Nabi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Tidak ada derita yang dirasakan oleh seorang muslim sama ada itu berupa sakit dan yang lain sebagainya kecuali Allah SWT akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon yang kering ditutupi oleh dedaunannya.

Sedangkan Imam Malik meriwayatkan hadis marfu' dalam karyanya Al Muwatta':

Apabila Allah SWT menginginkan kebaikan bagi hambaNya maka Ia akan memberikan musibah kepadanya.

Dalam hadis yang lain dikatakan:

Allah SWT berfirman: Demi kemuliaan dan kebesaranKu, Aku tidak akan mengeluarkan seorang hamba dari dunia,atau ingin memberikan rahmat baginya, hingga Aku memenuhi balasan segala kesalahan yang ia perbuat,sama ada dengan rasa sakit di tubuhnya,atau berupa musibah yang menimpa keluarga atau sanak saudaranya, atau kesempitan dalam hidupnya,atau Aku sempitkan rezekinya,hingga Aku menyempurnakan ganjarannya hingga yang seberat spora,apabila masih ada yang tertinggal maka Kami akan mempersukarnya ektika menjelang ajalnya,hingga ia menemuiKu dalam keadaan seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya.

Para ulama'berpendapat bahawa keadaan di atas akan jadi sebaliknya bagi seorang muslim yang tidak dicintai oleh Allah SWT,seperti yang dimaksud dalam hadis berikut:

Allah SWT telah berfirman:"Demi Ketinggian dan KemuliaanKu, Aku tidak akan mengeluarkan seorang hamba dari dunia yang Aku ingin mengazabnya kecuali Aku telah memenuhi ganjaran segala kebaikannya hingga yang sebesar spora,sama ada ia berupa kesihatan tubuhnya,kelapangan rezekinya,kenikmatan dalam hidupnya dan rasa aman dalam hatinya,apabila masih ada yang tertinggal maka Aku akan memudahkannya dalam menghadapi kematian,hingga ia bertemu denganKu dan ia tidak mempunyai satu kebaikan pun yang akan menjaganya dari api neraka."

Dengan makna yang sama,Abu Daud meriwayatkan sebuah hadis marfu' dengan sanad yang sahih:
Kematian yang tiba-tiba adalah kematian yang disayangkan.

Sedangkan Umar bin Khattab ra pernah berkata:"Apabila masih ada dosa seorang mukmin yang belum diberi ganjaran,maka Allah SWT mempersukarnya ketika sakaratul maut sebagai ganjaran dosanya hingga ia boleh menempati darjatnya di syurga. Adapun seorang kafir,apabila ia melakukan perbuatan baik di dunia,maka ia akan dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut,hingga sempurnalah balasan perbuatan baiknya di dunia,kemudian ia dimasukkan ke dalam neraka.

Abu Na'im meriwayatkan sebuah hadis marfu':

Jiwa orang mukmin itu keluar sebagai angin,sedangkan jiwa orang yang kafir mengalir seperti mengalirnya nafas seekor keldai. Sesungguhnya apabila seorang mukmin melakukan kesalahan maka ia akan dipersukar ketika menghadapi kematiannya agar kesalahannya itu diampuni dengan penderitaan yang dirasakannya,sedangkan apabila ada seorang kafir yang melakukan perbuatan baik,maka ia akan dimudahkan ketika kematiannya.

*****