Thursday, October 27, 2011

Booth (ipar T/Blair) Akan Ke Indonesia 2 Minggu


Lauren Booth

Booth: Tony Blair Itu Penjahat Perang

LAUREN Booth (gambar) adalah adik ipar Tony Blair. Tahun lalu dia membuat heboh karena beralih
agama, menjadi muslimah.

Menyusul gagasan Amnesty International Cabang Kanada yang ingin menyeret mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush ke pengadilan atas kejahatan perang di Irak, kini Lauren Booth juga ingin menyeret mantan PM Inggris Tony Blair ke Mahkamah Pidana Internasional, ICC, di Den Haag.
Dia menghadiri sebuah konferensi yang digelar Partai Keadilan Sejahtera, PKS, di Leiden dan bermaksud berkunjung ke Indonesia April tahun depan. “Tony Blair itu penjahat perang,” tegas Lauren Booth.
Menurut Booth, kontroversi kepindahannya menjadi muslimah, sesungguhnya tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya pribadi. Itu menurutnya adalah propaganda anti-Islam di media massa Inggris. Menjadi muslim dan menulis surat kepada pembunuh massa, tuturnya, tidak menyenangkan.
Sejak dulu, lanjut Booth, kalau ada orang beralih menjadi Islam selalu dimusuhi oleh masyarakat yang ditinggalkannya. "Itu sudah terjadi sejak dulu, sejak tahun empatbelas ratusan."
Blair Pembunuh Massa
Menurut pengakuannya, ia tidak berbicara dengan Tony Blair. Karena Blair seorang pembunuh massa yang harus dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag untuk kasus kejahatan perang. "Saya serius. Banyak gerakan yang tengah mengupayakan ini. Semoga mereka berhasil. "
Booth menemukan Islam lewat orang-orang Palestina yang berbudi baik. Ketika berkunjung ke Palestina sebagai sebagai wartawan, ia melihat Israel sebagai suatu negara apartheid.
Rakyat Palestina yang cinta damai harus menanggung derita. Anak-anak dan ibu-ibu di Gaza itu menawan hati, mereka sangat bermartabat, tuturnya. Melalui mereka, Booth menemukan Islam. Di bulan Ramadhan tahun 2008, ia datang ke kamp pengungsi miskin Rifa di Gaza.
Ibu-ibu itu kata Booth, menyambut dengan penuh kasih sayang. "Seolah-olah saya berada di Taj Mahal. Saya tanya, mengapa mereka lapar dan puasa. Kami puasa untuk mengingat kaum miskin, jawab mereka. Padahal mereka ini sangat miskin. Mereka tak punya apa-apa, kecuali harga diri, martabat dan cinta kepada Allah."
Hati Yang Terbuka
Dari situ, kata Booth, hatinya terbuka. Kalau memang ini yang dinamakan Islam, maka ia saat itu ingin menjadi Islam. Dari seorang supir taksi asal Somalia di London, Booth mengetahui kisah Nabi Muhammad SAW.
Supir taksi itu bercerita tentang hidupnya dan ceritanya selalu merujuk kepada kehidupan rasul. Itu membuat dirinya makin tertarik akan Islam. Dia bekerja keras karena menyayangi keluarganya. Dia bukan teroris. Ini yang tak pernah kita baca di media.
"Insya Allah April tahun yang akan datang, saya berharap bila undangannya beres, dan bila Allah meridhoi, maka saya akan bertemu kaum muslim di Indonesia selama dua minggu. Insya Allah. Apabila jadi, beberapa organisasi di sini (PKS Cabang Belanda) akan mengirim undangan dan saya akan berbicara di universitas dan masjid-masjid, mungkin tentang perjalanan saya menjadi Muslimah. Insya Allah." (Sumber: Diangkat dari RNW yang sering memberi gambaran buruk mengenai Islam)