Friday, October 19, 2012

Baru! Peradaban Dunia Bermula Dari Tanah Melayu..


TEORI ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, England, Stephen Oppenheimer, dikatakan seperti memutarbalikkan sejarah yang sedia ada. 

Melalui bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahawa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara!

 Hal itu disampaikan Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya berjudul ‘Eden in The East’  (gambar di sebelah) di Bangunan LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Khamis 28 Oktober 2010.lalu. Sejarah selama ini mencatat, induk peradaban manusia moden itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia.

Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia moden berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan Sundaland atau Indonesia.

Apa buktinya? 

“Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia,” kata Oppenheimer dalam diskusi yang juga dihadiri Jimly Asshiddiqie.

Lulusan fakulti kedokteran Oxford University melalui bukunya mengubah paradigma yang ada selama ini, di mana peradaban paling awal adalah berasal dari daerah Barat. Perjalanan yang dilakukan dimulai dengan komentar tanpa sengaja oleh seorang lelaki tua di sebuah desa zaman batu di Papua Nugini.

Dari situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai ais hingga mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia. Oppenheimer meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahawa benih dari budaya maju, ada di Indonesia. 

Buku ini mengubah secara radikal pandangan tentang prasejarah. Pada akhir Zaman Ais, banjir besar yang diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya.



Peta imigran manusia selama 160,000 tahun zaman ais terakhir oleh Stephen Oppenheimer. Ini adalah hasil kerjanya yang didasarkan pada DNA mitokondria, bukti kromosom Y, arkeologi, klimatologi, dan studi fosil dan melacak rute dan waktu imigran manusia keluar dari Afrika dan ke seluruh dunia.

Hal itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania Timur. Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara yang terbenam.

“Indonesia telah melakukan aktiviti pelayaran, memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya,” ujar dia.

Oppenheimer mengungkapkan bahawa orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) tidak datang dari Cina, tetapi dari pulau-pulau Asia Tenggara. Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di Cina atau India, tetapi di Semenanjung Malaya pada 9,000 tahun lalu.

Akibat iklim Bumi yang semakin panas saat zaman ais secara dramatis pada 65-52 ribu tahun yang lalu, membuat air laut semakin naik di daerah khatulistiwa iaitu Indonesia. Keadaam itu memaksa nenek moyang manusia pindah dari daerah khatulistiwa ke daerah utara dan selatan Bumi. (Stephen Oppenheimer)
   
Eden In The East juga mengungkapkan, berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua. Buku ini ‘membalikkan’ sejumlah fakta-fakta yang selama ini diketahui dan dipercaya masyarakat dunia tentang sejarah peradaban manusia.

“Buku ini memang juga ada biasnya. Kerana penulis isterinya orang Malaysia sehingga ada perspektif Malaysia,” kata Jimly yang hadir dalam acara itu. (IH/Fina Dwi Yurhami/vivanews/icc.wp.com)



Peta animasi daerah Sundaland, selama dan sesudah zaman ais

JOURNEY OF MANKIND (tunggu beberapa saat hingga gambar GIF animasi bergerak):