Tuesday, February 1, 2011

Raja SAUDI Pula Dalam Kebimbangan

Jangan sangka kerusuhan di Tunisia dan Mesir baik-baik saja. Untuk beberapa negara Arab yang serupa, para pemimpinnya saat ini mungkin tengah ketar-ketir. Salah satunya adalah Raja Saudi, Abdullah.
Ia telah secara rasmi menyatakan dukungannya untuk Presiden Mesir, Hosni Mubarak dalam menghadapi protes besar-besaran, demikian disiarkan Saudi Press Agency (SPA), Sabtu.
Dikatakan Raja Abdullah menelefon Mubarak setelah protes anti-pemerintah besar-besaran di Mesir di mana para penunjuk perasaan menyerukan sang Presiden Mesir untuk turun.
"Tidak ada orang Arab atau Muslim yang boleh menoleransi setiap campur tangan dalam keamanan dan stabiliti Arab dan Muslim Mesir dengan mengatasnamakan kebebasan berekspresi, memanfaatkannya untuk menyuntikkan kebencian yang merosak mereka," kata Raja Abdullah.
"Ketika mereka mengutuk, Kerajaan Arab Saudi beserta rakyat dan pemerintahnya menyatakan mendukung semua sumber daya yang dimiliki pemerintah Mesir dan rakyatnya," tambah SPA.
Arab Saudi adalah negara dengan pengekspor minyak terbesar di dunia dan tempat kelahiran Islam. Baik Arab Saudi dan Mesir adalah sekutu regional utama dari Amerika Syarikat.
Pejabat berita itu menyatakan kepada Mubarak bahawa raja tua itu akan mampu mengawall semuanya di Mesir. Namun jelas, pernyataan dari Raja Abdullah adalah sebuah kekhuatiran yang besar bahawa gejolak di Tunisia dan Mesir mungkin akan segera hinggap di Saudi. (sa/ap)