Saturday, February 26, 2011

Pengawal Khadafi Semuanya Wanita dan Harus Perawan

RIMANEWS-Bukan rahasia lagi jika seorang pria suka dikelilingi perempuan-perempuancantik. Tak terkecuali Khadafi. Ya, pemimpin Libya ini sengaja memilih kaum hawa untuk menjadi pengawal pribadinya.
Tak tanggung-tanggung, jumlah pengawalnya mencapai 40 orang. Mereka memiliki sebutan khusus, yakni Amazonian Guard alias Penjaga Amazon.
Toh, bukan sekedar perempuan biasa yang direkrut Khadafi untuk menjadi pengawalnya. Ada kriteria khusus yang menyertainya. Perempuan tersebut haruslah seorang perawan!
Ya, sebelum diangkat menjadi pengawal Khadafi, mereka harus mengucapkan janji atas keperawanan yang mereka miliki. Kabarnya, Khadafi meyakini bahwa penjaga terbaik adalah perempuan yang masih perawan atau lesbian.Mereka dianggap bisa merasakan adanya ancaman di sekitarnya atau angin kematian. Tak jarang, para pengawal cewek itu dibuat mandul agar bisa lebih agresif dan garang daripada pria.
Yang jelas, para perempuan pengawal ini benar-benar pembunuh terlatih dan dipilih sendiri oleh Khadafi. Khadafi melakukan seleksi terakhir atas pengawalnya. Karena yang ia pentingkan adalah pengawal yang masih suci, maka ia tak begitu peduli apakah perempuan itu berwajah cantiki atau tidak.
Seluruh pengawalnya disumpah untuk mengabdikan hidupnya bagi Khadafi. Mereka tidak pernah meninggalkan Khadafi sedetik pun, siang ataupun malam.
Saking setianya, seorang pengawalnya rela mati untuk menyelamatkan Khadafi. Saat itu, tahun 1998, seorang pengawalnya tewas dan tujuh lainnya terluka ketika kelompok fundamentalis Islam di Libya menyerang konvoi kendaraan Khadafi. Pengawal yang tewas itu bernama Aisha dan merupakan pengawal kesayangan Khadafi. Aisha rela menjatuhkan badannya di depan Khadafi, menjadi tameng untuk menghentikan berondongan peluru yang diarahkan ke Khadafi.
Ada sekolah pelatihan khusus bagi pengawal Khadafi. Mereka harus melewati pelatihan fisik yang ketat. Bagi yang lulus ujian hingga tahap terakhir, mereka akan menjadi pengawal tangguh yang memiliki keahlian sebagai pembunuh terlatih, mahir di bidang persenjataan dan bela diri.
Tengok saja, pengawal perempuan Khadafi akan sanggup menjatuhkan seorang pria hanya dalam hitungan detik. Kabarnya, para pengawal ini banyak yang direkrut dari Kuba –negara di Amerika Selatan yang presidennya, yakni Fidel Castro, akrab dengan Khadafi.
Khadafi sendiri memiliki alasan, mengapa ia memilih kaum hawa sebagai pengawalnya. Menurutnya, perempuan lebih gampang dipercaya dan setia dibanding kaum adam, yang bisa membelot dan `menikam` dari belakang. Maklum saja, Khadafi punya banyak musuh di manapun ia berada.
Ia juga pernah mengatakan,“Perempuan harus dilatih untuk berperang, sehingga mereka tidak akan mudah menyerah terhadap lawan-lawannya.”
Tapi di balik “garangnya” perempuan pengawal Khadafi, masih ada sentuhan feminin mereka. Mereka masih diperbolehkan memakai lipstik, perhiasan, cat kuku dan mengenakan sepatu berhak tinggi. Tapi, mereka tak boleh meninggalkan senjata serbu otomatis andalannya, yakni Kalashnikov.
Di samping pengawal perempuan yang menarik perhatian media-media di dunia, ada lagi yang membuat Khadafi berbeda dari pemimpin negara lainnya. Setiap kali mengadakan kunjungan ke luar negeri, bukan hotel mewah yang menjadi jujugannya. Ia justru mendirikan tenda di tengah ibukota negara yang mengundangnya.
Ia juga membawa rombongan onta, yang menjadi tunggangannya saat berada di negara tersebut.
Namun ada satu lagi yang tidak boleh tertinggal. Menurut bocoran Wikileaks, Khadafi selalu melakukan perjalanan didampingi perawat berambut pirang nan montok. Perawat asal Ukraina tersebut bernama Galyna Kolotnytska.