Tuesday, February 22, 2011

Hadi Shalluf: Gaddafi Akan Ditangkap Atau Dipaksa Melarikan Diri


Rakyat Libya saat ini sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan karena kisruh antara pasukan keamanan dan tentara bayaran, ditambah lagi dengan massa yang terus merangsek menuntut pemimpin negeri itu untuk mundur.
Rakyat berkumpul di Tripoli, dan para pemimpin suku berbicara menentang Gaddafi, dan ini adalah pergolakan paling berdarah sepanjang sejarah dunia Arab modern.
Sumber-sumber medis dan lain-lain di lapangan mengatakan bahwa setidaknya 219 tewas hanya dalam waktu beberapa hari. Berikut adalah kesaksian dari Hadi Shalluf, seorang dokter Libya dalam petikan wawancaranya dengan Sudan Tribune.
Bagaimana kondisi rakyat Libya saat ini?
Saat ini ribuan orang di ibukota, Tripoli, turun ke jalan-jalan dan melempari billboard Gaddafi. Di Benghazi, kota terbesar kedua di Libya, sebagian besar areanya dikuasai oleh rakyat. Kami mendesak kelompok-kelompok kemanusiaan untuk mengirim persediaan bantuan terutama makanan dan obat-obatan dan jika memungkinkan, donor darah, kepada rakyat Libya melalui perbatasan dengan Mesir.
Kemungkinan yang paling buruk?
Peristiwa ini akan menyebar di seluruh negeri dan akan ada pertempuran sengit yang mengarah ke pertumpahan darah yang selanjutnya akan memperburuk rakyat.
Bagaimana dengan Moammar Gaddafi?
Gaddafi akan ditangkap atau dipaksa melarikan diri. Bahkan pilihan terakhir mungkin tidak akan terjadi, karena hanya ada sedikit negara yang bersedia untuk menerimanya. Bahkan Arab Saudi sekalipun, akan enggan menjadi tuan rumah untuk dia.
Jadi nasib Gaddafi akan berbeda dengan Ben Ali dari Tunisia dan Mobarak dari Mesir?
Gaddafi akan berusaha menghindari tinggal di negara-negara yang sudah menandatangani undang-undang Pengadilan Pidana Internasional (ICC) karena takut penuntutan di masa depan. Mungkin Zimbabwe, adalah tempat yang aman baginya, karena Zimbabwe bukan anggota ICC.
Memangnya apa yang membedakan Libya dengan Mesir dan Tunisia?
Kita sedang menyaksikan kejahatan perang dan genosida terhadap rakyat Libya oleh rezim dan tentara bayaran dengan kebijakan tembak-bunuh. Kekerasan adalah satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh Gaddafi.
Tanggapan Uni Eropa terhadap masalah di Libya ini?
Masyarakat internasional khususnya Uni Eropa (UE) diam pada "kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Libya". Target jaringan pipa minyak di Libya adalah satu-satunya cara akan Anda mendapatkan perhatian mereka [UE].
Berapa lama lagi Gaddafi akan turun tahta?
Tidak lebih dari dua minggu.
Lantas bagaimana dengan usaha Saif al-Islam di televisi bahwa militer akan menegakkan keamanan bagaimana pun caranya?
Semuanya sudah terlambat. (sa/sudantribune)