Monday, May 9, 2011

Tuhan Memiliki Jawaban yang Positif



Ketika kapal karam, hanya dia sendiri yang selamat, hidupnya tergantung kepada sebuah papan besar akhirnya dia dihanyutkan oleh ombak dan terdampar disebuah pulau terpencil yang tidak berpenghuni.
Setiap hari dia berdoa kepada Tuhan supaya ada menyelamatkan dia dan dapat kembali pulang ke rumahnya.
Setiap hari dia memandang ke laut, mengharapkan ada kapal yang lewat yang bisa menyelamatkan dia, tetapi yang terlihat hanyalah laut dan langit saja apapun tidak terlihat lagi.
Kemudian, ia memutuskan untuk mempergunakan papan yang membawanya ke pulau itu, membangun sebuah pondok kayu sederhana untuk melindungi dia dalam lingkungan yang berbahaya ini untuk bertahan hidup, dan untuk menyimpan sedikit hartanya
Tetapi suatu hari ketika dia pulang dari mencari makanan, dia melihat pondok kayunya terbakar, api sangat besar dan asap membumbung tinggi ke langit, dalam sekejap pondok kayunya habis terbakar.
Yang paling menyedihkan adalah sedikit hartanya juga turut terbakar habis menjadi abu, dalam kesidihan dia berteriak ke langit, “Oh Tuhanku! Kenapa engkau melakukan semua ini terhadapku?”
Pada saat itu airmata mengalir dengan deras dari matanya.
Keesokkan harinya, dia dibangunkan oleh suara mesin kapal yang mendarat ke pulau kecil ini, benar, ada orang yang datang menyelamatkannya.
Setelah naik keatas kapal, dia bertanya kepada kapten kapal, “Kenapa kalian tahu saya berada ditempat ini?”
“Karena kami melihat sinyal asap minta tolong.” Kapten kapal menjawab.
Manusia ketika menghadapi kesulitan mudah tertekan, namun walaupun menghadapi kesulitan dan penderitaan yang sebesar apapun, tidak boleh kehilangan iman, karena Tuhan senantiasa didalam hati kita melakukan hal-hal yang menakjubkan. (Erabaru/hui)
Ketika kapal karam, hanya dia sendiri yang selamat, hidupnya tergantung kepada sebuah papan besar akhirnya dia dihanyutkan oleh ombak dan terdampar disebuah pulau terpencil yang tidak berpenghuni.
Setiap hari dia berdoa kepada Tuhan supaya ada menyelamatkan dia dan dapat kembali pulang ke rumahnya.
Setiap hari dia memandang ke laut, mengharapkan ada kapal yang lewat yang bisa menyelamatkan dia, tetapi yang terlihat hanyalah laut dan langit saja apapun tidak terlihat lagi.
Kemudian, ia memutuskan untuk mempergunakan papan yang membawanya ke pulau itu, membangun sebuah pondok kayu sederhana untuk melindungi dia dalam lingkungan yang berbahaya ini untuk bertahan hidup, dan untuk menyimpan sedikit hartanya
Tetapi suatu hari ketika dia pulang dari mencari makanan, dia melihat pondok kayunya terbakar, api sangat besar dan asap membumbung tinggi ke langit, dalam sekejap pondok kayunya habis terbakar.
Yang paling menyedihkan adalah sedikit hartanya juga turut terbakar habis menjadi abu, dalam kesidihan dia berteriak ke langit, “Oh Tuhanku! Kenapa engkau melakukan semua ini terhadapku?”
Pada saat itu airmata mengalir dengan deras dari matanya.
Keesokkan harinya, dia dibangunkan oleh suara mesin kapal yang mendarat ke pulau kecil ini, benar, ada orang yang datang menyelamatkannya.
Setelah naik keatas kapal, dia bertanya kepada kapten kapal, “Kenapa kalian tahu saya berada ditempat ini?”
“Karena kami melihat sinyal asap minta tolong.” Kapten kapal menjawab.
Manusia ketika menghadapi kesulitan mudah tertekan, namun walaupun menghadapi kesulitan dan penderitaan yang sebesar apapun, tidak boleh kehilangan iman, karena Tuhan senantiasa didalam hati kita melakukan hal-hal yang menakjubkan. (Erabaru/hui)